2. Tawar dengan harga yang pasti
Sejumlah pelancong di Malioboro sering kena getok harga mahal saat naik becak atau andong.
Ketika mau berkeliling dengan dua kendaraan tradisional ini sebaiknya survei dulu.
Tanya pada warga lokal rerata harga yang layak untuk naik becak atau andong.
Boleh juga cek di peta berapa jauh jarak yang ditempuh agar mendapat bayangan biayanya.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun Hemat di Thailand, Kunjungi 9 Tempat Wisata Gratis di Bangkok
Sebaiknya tidak langsung naik, cari beberapa andong atau tukang becak untuk perbandingan.
Lakukan tawar menawar dengan harga yang pasti. Jangan mau saat dibilang sekitar 50 ribuan.
Karena bisa terjadi permainan harga saat membayar.
3. Ditipu soal toko favorit
Modus penipuan yang sering terjadi di Malioboro adalah perihal toko yang sudah tutup.
Tak jarang ketika mau berkunjung ke toko tertentu, tukang becak atau sopir aksi menipu.
Mereka bilang toko tersebut sudah tutup. Lalu menawarkan toko lain.
Biasanya mereka mendapat komisi dari pemilik toko bila mengantar tamu ke sana.
Baca Juga: Kota Tertua di Asia, Sejarah Panjang dan Bangunan Tuanya Terbentuk Sejak Ribuan Tahun Lalu
Untuk menghindarinya, cek lewat media sosial keberadaan toko yang dituju.
Artikel Terkait
5 Angkringan Legendaris di Sekitar Malioboro Yogyakarta, Enak Buat Nongkrong di Malam Hari
Liburan Hemat di Jantung Jogja! Ini 5 Hotel Murah Dekat Malioboro Mulai Rp 200 Ribuan
Bingung Cari Oleh-oleh di Mana saat ke Malioboro? Coba Datangi 10 Tempat Ini
Malioboro Kini Punya Becak Listrik, Yuk Keliling sekaligus Coba Wisata Baru yang Eco-Friendly!
7 Titik Baru untuk Pengamen di Malioboro, Ruang Seni Kembali Hidup di Yogyakarta
Lagi Ngetren! Serunya Foto di Malioboro Pakai Baju Adat Jawa, Ini Tempat Sewanya