Tempat ini didirikan tahun 1979 oleh sekolah fashion terkenal Bunka Fashio College.
Tujuan awalnya untuk merayakan ulang tahun ke 80 sekolah fashion tersebut.
Pertama kali dibuka terbatas pada mahasiswa yang butuh materi riset.
Baca Juga: Ritual Lilin Lotus dan Tarian Budaya Warnai Siripada Festival di Stasiun Tuntang, Siap Hadir?
Akhirnya dibuka untuk umum.
Di sini dipamerkan beragam koleksi baju kimono dan busana Jepang ketika sudah terpengaruh fashion Eropa.
Selain itu ada pula koleksi baju-baju dari berbagai dunia.
Bunka Gakuen Costume Museum berlokasi di Shinjuku Bunka Quint Building, Shinjuku. Tiket masuk ¥500 (Rp55.000).
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Malang untuk Mengisi Liburan Akhir Tahunmu
Miyamoto-Unosuke Drum Museum
Museum ini memamerkan beragam koleksi drum dari seluruh dunia.
Museum didirikan 1861 oleh Miyamoto-Unosuke, sebuah pabrik, toko, dan juga tempat penyewaan drum tradisonal Jepang.
Tahun 1988 perusahaan ini membuka museumnya untuk publik.
Baca Juga: Modus Penipuan yang Sering Dialami Turis Asing di Jepang, Marak Terjadi di Masa Nataru
Museum menempati lantai empat di kantor pusat perusahaan di daerah Nishi-sakusa.
Disimpan sekitar 800 drum yang dikumpulkan dari seluruh dunia.
Museum juga menyimpan koleksi terbanyak wadaiko atau drum Jepang yang umurnya ratusan tahun.
Artikel Terkait
Aplikasi yang Wajib Dimiliki Saat Wisata Kuliner di Jepang
Bermain Salju dan Memandangi Nothern Light di Rikubetsu, Kota Kecil Paling Dingin di Hokkaido, Jepang
Panduan Bagi yang Pertama Kali Traveling ke Hokkaido, Destinasi Favorit Musim Dingin di Jepang
Tempat-tempat Wisata Gratis di Tokyo, Lumayan Hemat Budget Liburan Akhir Tahun di Jepang
Liburan ke Jepang Hemat Budget, Simak Tips Jitunya
Modus Penipuan yang Sering Dialami Turis Asing di Jepang, Marak Terjadi di Masa Nataru