Aneka Menu Nasi Dari Berbagai Negara, Penuh Rasa dan Warna

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 5 Juni 2023 | 12:30 WIB
Paella (Joshua Miranda/Pexels)
Paella (Joshua Miranda/Pexels)

Beberapa restoran pizza di Indonesia pun ada yang menghidangkan menu risotto.

Baca Juga: 10 Cara Sopan Menolak Undangan Orang Lain, Kecanggungan Antara Kamu dan Dia Akan Hilang Seketika

Nasi biryani, India
Tentu nasi biryani tidak terlalu asing di telinga. Menu ini awalnya berasal dari Iran namun berkembang dengan pesat sampai ke India. Akhirnya,menjadi makanan khas negara itu.

Nasi briyani menggunakan beras basmati yang dicampur dengan sayuran, daging kambing, ikan atau ayam.

Seperti juga masakan India lainnya, nasi biryani kaya dengan rempah-rempah. Nasi ini dicampur dengan biji adas, kapulaga, daun bay, ketumbar, dan bawang putih.

Baca Juga: Tayang 29 Juni 2023, Ini Sinopsis Drama Korea ‘Revenant’ yang Dibintangi Kim Tae Ri

Bibimbap, Korea Selatan
Menu yang satu ini tentu sudah tidak asing bagi orang Indonesia. Menjamurnya restoran Korea membuat bibimbap dikenal baik di sini.

Bibimpbap artinya adalah nasi campur di mana nasi diaduk dengan daging cincang, wortel, jamur, bayam, mentimun, toge dan telor mata sapi. Tak lupa ditambah dengan bumbu khas Korea gojuchang.

Jollof, Afrika Barat
Jollof adalah salah satu menu nasi yang populer di beberapa negara Afrika barat. Biasanya menu ini dihidangkan pada acara spesial seperti ulang tahun atau pernikahan.

Baca Juga: Kerja di BUMN: PT Angkasa Pura Solusi Buka Lowongan Kerja Posisi ‘Operation Services’, Pendidikan Minimal D3

Jollof adalah jenis makanan yang dimasak dalam kuali besar dicampur dengan bawang, tomat, daging, dan aneka rempah.

Dengan cara masak seperti ini nasi akan bercampur bumbu rata dan warnanya berubah jadi kemerahan.

Negara di Afrika Barat yang terkenal dengan jollof adalah Nigeria, Senegal dan Ghana.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini