Tergantikan Tetapi Tetap Menggetarkan Jiwa, Ini Stasiun Non Aktif di Pulau Jawa yang Terus Gagah Dihantam Masa

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 8 Januari 2026 | 07:00 WIB
Stasiun ini sudah tidak beroperasi sejak 1970-an dan sekarang menjadi depo kereta api. (Facebook/KAI121)
Stasiun ini sudah tidak beroperasi sejak 1970-an dan sekarang menjadi depo kereta api. (Facebook/KAI121)

Kabar BUMN - Nyaris semua kabupaten di Pulau Jawa terdapat stasiun kereta, tetapi tidak semua masih beroperasi.

Beberapa stasiun kereta yang non aktif di Pulau Jawa, menariknya, sudah berdiri sejak zaman Belanda.

Stasiun non aktif tersebut rata-rata masih mempertahankan bangunan asli dari awal pembangunan.

Setelah tidak berfungsi lagi, beberapa menjadi objek wisata pencinta kereta Indonesia.

Baca Juga: Singgah di Medan, Jelajah Ikon Kota yang Mudah Dijangkau dari Stasiun

1. Stasiun Sentolo
Stasiun yang berada di kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta ini stasiun kecil atau stasiun kelas III.

Lokasinya di Desa Sentolo dekat Pasar Sentolo Lama.

Stasiun ini punya tiga jalur kereta api dengan dua jalur lurus.

Stasiun Sentolo sudah tidak beroperasi sejak 1970-an dan sekarang menjadi depo kereta api.

Baca Juga: 4 Tempat Berburu Barang Elektronik di Singapura

Halte Kalimenur posisinya di antara Stasun Sentolo-Stasiun Wates dan di masa Hindia Belanda termasuk stasiun yang ramai. (Instagram/ @aluqman_bj1)

2. Halte Kalimenur
Ini stasiun kecil di Yogyakarta yang dibangun tahun 1887. Dulunya melayani rute Surabaya-Cilacap.

Posisinya di antara Stasun Sentolo-Stasiun Wates dan di masa Hindia Belanda ini termasuk stasiun yang ramai.

Dulu lebih dikenal dengan nama Stasiun Tahu karena kebanyakan penumpangnya penjual tahu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini