Memiliki tujuh gonjong
Meskipun sudah renovasi beberapa kali, rumah gadang ini masih mempertahankan arsitektur aslinya.
Arsitek bangunan ini ahli pertukangan yang dipanggil dari nagari-nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Payakumbuh.
Salah satu kemegahan rumah gadang adalah bentuk atapnya yang lancip menyerupai tanduk kerbau.
Baca Juga: Liburan Awal Tahun 2026 di Pijar Park Kudus, Wisata Alam Favorit Keluarga
Dalam bahasa setempat disebut dengan gonjong.
Rumah gadang Balai Nan Duo ini memiliki lima gonjong pada bangunan tengah atau utama.
Ditambah dengan dua gonjong pada bangunan sayapnya. Total tujuh gonjong.
Ini sedikit unik karena biasanya rumah gadang tipe Gajah Maharam memiliki delapan gonjong.
Baca Juga: 4 Danau Indah dan Tenang di Jawa Tengah, Hadirkan Kesejukan dengan Suasana dan Panorama Berbeda-beda
Bangunan dari kayu jati
Seluruh bangunannya menggunakan kayu jati yang digabungkan dengan model pasak.
Sementara tangganya terbuat dari batu yang dilapisi semen.
Bangunan ini dihiasi 50 tiang yang melambangkan Luhak Limo Puluah.
Artinya wilayah luhak 50 yang secara sejarah merupakan bagian dari sistem konfederasi wilayah dalam budaya Minang.
Baca Juga: Hidup Sehat dengan Makan Kukusan yang Sedang Tren, Simak Panduannya
Artikel Terkait
Mirip Desa Konoha, Lembah Harau di Sumatra Barat Punya Banyak Pesona Luar Biasa yang Menarik untuk Dieksplor
Pulau-pulau Penuh Pesona di Sumatra Barat yang Kurang Dikenal Dan Perlu Dikunjungi
Tempat Wisata di Solok, Sumatra Barat, Danau Singkarak Hanya Salah Satunya
Perkebunan Teh di Sumatra Barat, Kehijauan dan Kesejukannya Masih Sama Sejak Zaman Belanda
Rekomendasi Wisata Budaya dan Sejarah di Payakumbuh, Tidak Hanya Rumah Gadang
5 Kuliner Payakumbuh, Kota yang Dianggap Surganya Rendang Terlezat di Indonesia, Bahkan Dunia