Kabar BUMN - Rumah tradisional Sumatra Barat, rumah gadang, punya ciri khas atap yang meruncing.
Meskipun saat ini rumah gadang sudah langka, beberapa masih bisa ditemukan di sejumlah tempat.
Salah satu rumah gadang yang umurnya ratusan tahun, Rumah Gadang Balai Nan Duo di Payakumbuh.
Rumah gadang yang dibangun di masa kekuasaan Sutan Chedoh ini salah satu cagar budaya di Payakumbuh.
Baca Juga: Malam-malam Kelaparan di Surabaya, Ini Rekomendasi Kuliner yang Buka Hingga Tengah Malam dan 24 Jam
Terbesar di Payakumbuh
Rumah gadang Balai Nan Duo salah satu rumah gadang tertua di Sumatra Barat.
Rumah dagang ini dibangun tahun 1840 pada masa Sutan Chedoh atau Tuanku Nan Cheduk.
Sutan Chedoh merupakan regent yang berkuasa pada masa itu.
Pembangunannya bersamaan dengan pembangunan Masjid di Godang Balai Nan Duo.
Baca Juga: Liburan Singkat ke Kuningan: 5 Destinasi Wajib yang Paling Hits
Rumah gadang ini lokasinya di Balai Nan Duo, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Jaraknya 2 kiometer dari pusat kota. Daerah sekeliling rumah gadang berupa perumahan penduduk.
Rumah gadang ini bertipe Gajah Maharam yang menjadi simbol kekuasaan Sutan Chedoh.
Pada masa itu rumah ini jadi pusat pemerintahan.
Baca Juga: Camilan Khas Sumatra Barat yang Sudah Mulai Langka, Mudah Ditemukan di Kota Asalnya Saja
Artikel Terkait
Mirip Desa Konoha, Lembah Harau di Sumatra Barat Punya Banyak Pesona Luar Biasa yang Menarik untuk Dieksplor
Pulau-pulau Penuh Pesona di Sumatra Barat yang Kurang Dikenal Dan Perlu Dikunjungi
Tempat Wisata di Solok, Sumatra Barat, Danau Singkarak Hanya Salah Satunya
Perkebunan Teh di Sumatra Barat, Kehijauan dan Kesejukannya Masih Sama Sejak Zaman Belanda
Rekomendasi Wisata Budaya dan Sejarah di Payakumbuh, Tidak Hanya Rumah Gadang
5 Kuliner Payakumbuh, Kota yang Dianggap Surganya Rendang Terlezat di Indonesia, Bahkan Dunia