Pelancong Asal Indonesia Harus Tahu, Ini Etika Menaiki Kereta di Jepang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00 WIB
Kereta lokal di Jepang (Hans Jonhnson via travelwithamnet.com)
Kereta lokal di Jepang (Hans Jonhnson via travelwithamnet.com)

Baca Juga: Berlaku Januari 2026, Ini Jam Operasional dan Tarif Tiket Masuk Obelix Sea View Jogja

Mengobrol
Bagi penumpang kereta di Indonesia mengobrol sambil tertawa adalah pemandangan umum.

Tidak begitu di Jepang.

Bagi masyarakat setempat obrolan dengan suara berisik apalagi sampai tertawa dianggap tidak sopan.

Kalau pun mau mengobrol usahakan dengan suara pelan atau berbisik.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Nusa Penida, Bali, Kuat Cita Rasa Khas Klungkung

Tidak duduk di kursi prioritas
Orang Jepang sangat taat dengan aturan, termasuk dalam urusan menggunakan kursi prioritas.

Di Indonesia orang sering bandel duduk di kursi prioritas meskipun belum lansia, tidak begitu di Jepang.

Meskipun kereta dalam kosong dan tidak ada lansia, kursi itu tidak bisa diduduki penumpang usia muda.

Baca Juga: Rekomendasi Pantai yang Masih Sepi di Nusa Penida, Tidak Termasuk Kelingking Beach

Membawa barang terlalu besar
Kereta Jepang mengatur dengan jelas ukuran barang yang boleh dibawa masuk ke dalam kereta.

Tidak boleh terlalu besar sampai menghalangi jalan. Jumlah per orang pun dibatasi.

Bila ketahuan petugas, bisa kena denda. Paling apes, dilarang naik kereta.

Bila tas atau koper terlalu besar, gunakan fasilitas layanan antar berbayar untuk membawa koper dari satu tempat ke tempat lainnya.

Baca Juga: Lumiko 38 Bandung, Kafe Sarapan Nyaman di Tengah Kota dengan Menu Comfort Food

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jrailpass.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini