Etika Makan di Jepang, Hampir Tidak Ada yang Sama dengan Tata Krama di Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Selasa, 27 Mei 2025 | 21:00 WIB
Di saat makan mie sangat disarankan menyeruput, kalau memungkinkan sampai berbunyi, untuk menunjukkan kesukaan pada makanan tersebut.   (Freepik/Wirestock)
Di saat makan mie sangat disarankan menyeruput, kalau memungkinkan sampai berbunyi, untuk menunjukkan kesukaan pada makanan tersebut. (Freepik/Wirestock)

Kabar BUMN - Agak berbeda dengan restoran Indonesia yang lebih fleksibel, makan di restoran Jepang ada etika tertentu.

Terlebih bila makannya di Jepang. Di tempat makan biasa pun ada etika yang berbeda dengan Indonesia.

Bahkan untuk perkara memegang sumpit dan melakukan pembayaran.

Berikut beberapa etika penting yang wajib diketahui.

Baca Juga: Ragam Jenis Sandwich Jepang yang Mudah Ditemukan di Konbini

1. Diberi o-shibori
Salah satu ciri khas rumah makan Jepang adalah penggunaan o-shibori atau handuk basah.

Biasanya begitu pelanggan duduk, pelayan akan meletakkan o-shibori di meja.

O-shibori digulung seperti lemper dan diletakan dalam piring.

Handuk basah ini ukurannya kecil dan digunakan untuk membersihkan tangan sebelum atau setelah makan.

Baca Juga: Tidak Ada di Indonesia, Pastikan Mencari Onigiri Lezat dan Nikmat Ini Selagi di Tokyo, Jepang

2. Itadakimasu
Bagi yang sering menonton film Jepang tentu sering mendengar kata 'itadakimasu' diucapkan.

Itu artinya saya menerima makanan ini.

Saat mengucapkannya, letakkan sumpit di antara jempol dan katupkan kedua tangan.

Dalam acara formal, jangan lupa sedikit membungkukan badan ke arah makanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jal.co.jp

Tags

Artikel Terkait

Terkini