Dari laut, pemandangan Pangandaran terlihat lebih terbuka, dengan salah satu titik favorit berada di sekitar Tebing Ciborok.
Baca Juga: Bulan K3 Nasional, PHE Perkuat Budaya Operational Excellence Melalui Berbagai Kegiatan
Area ini sering menjadi tempat paddlers berhenti sejenak, menikmati kontur tebing alami yang berpadu dengan laut biru.
Di beberapa momen, peserta juga bisa mendekat ke perairan jernih dan memberi makan ikan zebra yang berenang di sekitar papan.
Pengalaman mendayung ini tidak hanya soal aktivitas fisik.
Baca Juga: Pasirnya Seputih Mutiara, Pantai Karanggongso di Trenggalek Jadi Spot Healing Sempurna
Beberapa rute memungkinkan paddlers singgah di area pantai yang lebih sepi, dengan suasana privat dan air laut yang relatif bening.
Sesekali, monyet-monyet khas Pangandaran terlihat di sepanjang pesisir, menambah kesan alami selama perjalanan.
Bagi yang ingin mengabadikan momen dengan hasil visual lebih maksimal, tersedia tambahan dokumentasi drone seharga Rp250 ribu.
Sudut pandang udara membuat pengalaman paddle boarding terlihat lebih estetik, terlebih saat memilih sesi sore dengan cahaya matahari terbenam sebagai latar.
Pilihan lainnya adalah tandem paddle, cocok untuk dinikmati berdua dengan tarif sekitar Rp350 ribu.
Aktivitas ini juga ramah keluarga dan dapat diikuti anak-anak mulai usia tiga tahun, tentunya dengan pengawasan.
Baca Juga: Awal 2026 Lebih Terang! PLN Gelar Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Artikel Terkait
Dating Paddling di Pangandaran, Sensasi Baru untuk Pasangan yang Bosan Snorkeling
4 Rekomendasi Pantai-pantai Memesona di Pangandaran
Kuliner Khas Pangandaran, Rasanya Hampir Sama dengan Masakan Sunda Lainnya, Bahannya yang Berbeda Sedikit
Citumang Pangandaran Suguhkan Panorama Sungai Berair Biru Jernih Bak di Negeri Dongeng
Menutup Tahun dengan Santai di Pantai Karapyak Pangandaran