Kabar BUMN - Dusun Wotawati bukan tipe tempat yang langsung ramai saat disebut.
Lokasinya tersembunyi, jauh dari hiruk pikuk, berada di dasar lembah bekas aliran Bengawan Solo Purba, wilayah Kalurahan Pucung, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul.
Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 74 kilometer, cukup jauh untuk benar-benar terasa “lepas”.
Baca Juga: Besok 1 Februari 2026, Pertamina 6 Hours Endurance Hadirkan Balap 6 Jam Perdana di Indonesia
Dilansir KabarBUMN.com dari Jogjaprov.go.id, yang bikin Wotawati beda, mataharinya datang belakangan. Dusun ini diapit perbukitan, jadi sinar pagi tak langsung menyapa.
Saat kampung lain sudah terang, Wotawati masih adem dan teduh. Warganya terbiasa memulai hari tanpa tergesa, menunggu matahari muncul perlahan dari balik bukit.
Bentuk kampungnya pun unik. Jalan-jalan kecil saling terhubung dari depan, belakang, hingga samping rumah.
Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Aman Lewat Kesiapan AMUS
Sekilas seperti labirin. Tapi jalur-jalur itu bukan asal dibuat.
Dahulu, jalur tersebut berfungsi sebagai aliran air untuk mencegah banjir di kawasan lembah. Kini, justru jadi ciri khas Wotawati yang jarang ditemui di tempat lain.
Belakangan, dusun ini mulai bersolek. Gayanya bukan modern atau kekinian, melainkan sentuhan arsitektur Majapahit yang dipadukan dengan Mataram khas Gunungkidul.
Baca Juga: Pertamina Tambah Pasokan Minyak Mentah, Kapal dari Aljazair Bersandar di Cilacap
Bata merah, gapura, dan fasad rumah mulai disesuaikan tanpa mengubah kehidupan warga sehari-hari.
Menariknya, warga tetap bertani seperti biasa.
Artikel Terkait
Liburan Awal Tahun di Jogja? Ibarbo Park Hadirkan Taman Kartun Penuh Wahana Seru
Nongkrong Tanpa Batas Waktu: Rekomendasi Angkringan 24 Jam di Jogja
Berlaku Januari 2026, Ini Jam Operasional dan Tarif Tiket Masuk Obelix Sea View Jogja
Rekreasi Keluarga di Jogja: Update Tiket dan Fasilitas Gembira Loka Zoo 2026
Pantai di Jogja Tak Pernah Gagal, Lima Spot Sunset Ini yang Selalu Dinanti Wisatawan