Tidak ada sawah yang diubah jadi kafe, tidak ada ladang yang disulap jadi spot foto instan.
Baca Juga: Anak-anak Merapat! Bisa Masuk Gratis ke Solo Safari, Maksimal Hari Ini
Justru aktivitas itulah yang nantinya bisa dirasakan pengunjung, ikut ke kebun, belajar bertani, atau sekadar berjalan menyusuri kampung lembah yang tenang.
Wotawati juga menyimpan cerita lama. Konon, kampung ini bermula dari dua pelarian Majapahit ratusan tahun silam.
Nama Wotawati sendiri dipercaya berasal dari “wot”, jembatan bambu sederhana yang dulu dipakai menyeberangi sungai kecil di lembah tersebut.
Baca Juga: Holding BUMN Danareksa Membuka Lowongan Magang untuk Mahasiswa dan Lulusan Baru Jurusan S1 Ekonomi
Di sini, pengunjung bisa menginap di rumah warga, menikmati pagi yang sunyi, dan merasakan sensasi menunggu matahari yang datang paling akhir.
Di tengah Gunungkidul yang identik dengan panas dan lahan terbuka, Wotawati hadir sebagai pengecualian.
Sebuah kampung di dasar lembah, tempat waktu terasa lebih pelan, dan pagi tidak pernah terburu-buru.***
Artikel Terkait
Liburan Awal Tahun di Jogja? Ibarbo Park Hadirkan Taman Kartun Penuh Wahana Seru
Nongkrong Tanpa Batas Waktu: Rekomendasi Angkringan 24 Jam di Jogja
Berlaku Januari 2026, Ini Jam Operasional dan Tarif Tiket Masuk Obelix Sea View Jogja
Rekreasi Keluarga di Jogja: Update Tiket dan Fasilitas Gembira Loka Zoo 2026
Pantai di Jogja Tak Pernah Gagal, Lima Spot Sunset Ini yang Selalu Dinanti Wisatawan