Kabar BUMN - Di masa ini, tidak jarang dalam satu lingkup pekerjaan, ada tiga generasi yang bekerja bersama.
Gen X, milenial, dan Z. Kadang juga masih ada boomer, meskipun banyak dari generasi ini mulai pensiun.
Di kondisi ini salah satu masalah yang sering dihadapi adalah sulitnya kecocokan pola pikir dan gaya kerja.
Diperlukan upaya agar kondisi tersebut justru saling melengkapi dan bisa saling memperkaya wawasan.
Baca Juga: Cari Liburan Imlek 2026? Tiga Spot Bernuansa Tionghoa di Jabodetabek Ini Bisa Jadi Pilihan
Saling menghargai
Setiap generasi punya karakteristik sendiri dengan kelebihan dan kekurangannya.
Ini sering dikombinasikan juga latar belakang keluarga, tingkat pendidikan dan jabatan.
Setiap orang bereaksi pada satu masalah secara berbeda.
Orang usia di atas 30 dan sudah lama bekerja, punya pengalaman kerja, pengetahuan memadai soal kultur kerja.
Baca Juga: Museum Tumurun yang Memikat Hati dengan Koleksi Seni Kontemporernya yang Unik
Sementara yang baru bekerja atau di bawah 30 tahun punya ide segar, lebih update, dan lebih paham digital.
Masing-masing bisa saling mengisi, yang penting bertoleransi atas karakter dari tiap-tiap generasi.
Biarkan orang punya gaya kerja dan menyikapi hidupnya sendiri-sendiri, selama tidak mengganggu kerja tim.
Baca Juga: Kunjungan ke Taman Nasional Komodo Kini Ada Kuota Harian, Begini Cara Reservasinya
Artikel Terkait
Mungkinkah Berganti Karier di Umur 40 tahun?
7 Kemampuan Social Skill yang Penting Dikuasai Demi Kesuksesan Karier
Tips Membangun Networking di Dunia Kerja untuk Karier yang Lebih Gemilang
Bangkit Usai PHK: 7 Tips Jitu Meniti Kembali Karier dengan Percaya Diri
Membuat Resolusi Karier yang Realistis Saat Tahun Baru, Simak Tipsnya Agar Rencana Tidak hanya Jadi Wacana
Awal Tahun, Awal Karier: Ini Peluang Kerja dan Skill Paling Diburu di 2026