Kabar BUMN - Imlek atau Tahun Baru China pertama kali dirayakan pada era Dinasti Shang yang berkuasa pada 1600 SM.
Dengan usianya ini sepanjang perjalanan Imlek banyak tradisi kuno yang satu persatu menghilang.
Tidak dilakukannya lagi tradisi Imlek kuno itu rata-rata karena sudah tidak relevan dengan zaman.
Berikut beberapa di antaranya.
Baca Juga: Ragam Pilihan Makanan untuk Hampers Imlek, Sarat Makna dan Membawa Keberuntungan
Persembahan untuk Dewa Kompor Dapur
Legenda atau kepercayaan kuno menyatakan keberadaan Dewa Kompor Dapur.
Dewa ini akan naik ke surga setiap tanggal 23 di bulan keduabelas dari kalendar China.
Dewa Kompor Dapur akan melaporkan pada Kaisar Giok, penguasa tertinggi di surga, yang terjadi di setiap rumah.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Bisa Sampai 7 Hari, Ini Rincian Lengkap yang Perlu Kamu Tahu
Agar laporannya bagus, setiap rumah orang Tionghoa akan memberikan persembahan untuk dewa Kompor Dapur.
Karena ia senang makanan manis, manusia menyediakan cake gula, pancake, dan sup kembang tahu.
Persembahan ini sudah jarang dilakukan karena semakin banyak rumah tidak lagi mengunakan kompor atau memasak.
Baca Juga: 6 Ide Ngedate Romantis, Cara Spesial Rayakan Valentine Bareng Pasangan
Memfermentasi tepung
Masyarakat Tionghoa punya tradisi memfermentsi tepung setiap tanggal 28 bulan kedua belas kalender China.
Artikel Terkait
Mengenal Shio Kuda Api, Energi Besar yang Mengiringi Imlek 2026
Rayakan Imlek 2026 di Jogja: 5 Destinasi Bernuansa Tionghoa yang Seru untuk Keluarga
Beragam Aliran Barongsai di Dunia, Pertunjukan Spesial yang Selalu Muncul pada Perayaan Imlek
Cap Go Meh Glodok 2026: Puncak Perayaan Imlek yang Wajib Kamu Saksikan!
Eksplorasi Kampung-kampung Pecinan yang Ada di Indonesia, Destinasi Menarik untuk Liburan Imlek