Tradisi Imlek yang Perlahan Mulai Hilang dan Tidak Dilakukan Lagi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 11 Februari 2026 | 07:00 WIB
Dulu menyalakan petasan menjadi bagian penting dari tradisi Imlek. Sekarang tradisi ini sudah dilarang di banyak kota.    (chinastory.cn                     )
Dulu menyalakan petasan menjadi bagian penting dari tradisi Imlek. Sekarang tradisi ini sudah dilarang di banyak kota. (chinastory.cn )

Tradisi ini menjadi bagian dari tradisi memasak kuliner khusus.

Terigu harus difermentasi selama dua hari agar adonan untuk membuat kue, terutama bakpao, bisa bagus.

Baca Juga: Liburan Imlek 2026 ke Bandung? The Lodge Maribaya Bisa Jadi Pilihan Seru

Sekarang nyaris tidak ada orang mempraktikkannya mengingat teknologi pangan sudah berkembang baik.

Ada baking power, lemari es, dan juga bakeri yang memudahkan proses memasak.

Orang lebih suka membeli terigu di pasaran.

Beberapa yang tidak punya waktu untuk memasak bahkan hanya memesan dari bakeri atau toko kue.

Baca Juga: Menyingkap Makna Warna Merah dan Emas yang Identik dengan Perayaan Imlek

Mengukus bakpao
Ini tradisi warga Beijing yang dulu harus membuat bakpao dengan isi pasta kacang merah atau jujube.

Pembuatan bakpao dilakukan setiap tanggal 29 di bulan kedua belas pada kalender China.

Dipercaya bila memasak antara tanggal 1 sampai 5 bisa membawa kesialan.

Proses membuat bakpao ini cukup rumit.

Baca Juga: Kumpulan Ide Ucapan Hari Raya Imlek dalam Bahasa Mandarin dan Artinya

Rata-rata orang mempersiapkannya selama seminggu dengan puncak di 29.

Bakpao yang sudah matang akan diberi hiasan titik merah.

Tradisi ini sekarang sudah pudar karena orang sudah malas dan tidak punya banyak waktu membuat bakpao.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: chinahighlight.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini