Liem Heritage, Rembang, Jejak Perjalanan Masyarakat Tionghoa Setelah Geger Pecinan Batavia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Februari 2026 | 15:30 WIB
Museum Liem Heritage menempati rumah megah yang dulu dimiliki Kapiten Liem Tjay Sing.  (Google/Itsmia)
Museum Liem Heritage menempati rumah megah yang dulu dimiliki Kapiten Liem Tjay Sing. (Google/Itsmia)

Kabar BUMN - Di Rembang, Jawa Tengah, berdiri Museum Liem Heritage, yang berlokasi di kawasan Pecinan.

Museum Liem Heritage menempati rumah megah yang dulu dimiliki Kapiten Liem Tjay Sing.

Rumah yang dibangun tahun 1850 ini selama puluhan tahun sempat terbengkalai.

Baca Juga: Telusur Sejarah Ratusan Tahun Perkembangan Masyarakat Tionghoa di Museum Tionghoa Soekaboemi

Lantai atasnya menjadi sarang kelelawar sehingga dijuluki Omah Lowo.

Tahun 2017 sempat berfungsi sebagai vihara umat Buddha dengan nama Vihara Karuna Cattra.

Penggagas Museum Liem Heritage, Udaya Halim, lalu membeli dan merenovasi rumah dan vihara tersebut.

Baca Juga: 4 Kreasi Olahan Kue Keranjang, Sajian Imlek Tradisional Jadi Lebih Istimewa

Sejarah komunitas Tionghoa
Proses renovasi menghabiskan waktu tujuh tahun.

Lamanya proses tersebut karena Udaya Halim berusaha mempertahankan keaslian arsitektur bangunan.

Museum ini sendiri didirikan untuk memperkenalkan sejarah berkembangnya komunitas Tionghoa di Rembang.

Baca Juga: Kuliner Khas Lombok Timur, Punya Banyak Hidangan Laut Lokal

Sejarah mencatat, komunitas Tionghoa datang ke Jawa Tengah dipengaruhi peristiwa Geger Pecinan.

Peristiwa tersebut terjadi pada abad 17 di Batavia.

Pada masa tersebut terjadi pembunuhan banyak orang Tionghoa oleh VOC.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini