10 Klenteng Terindah di Indonesia, Punya Arsitektur Menarik Khas Tionghoa

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:00 WIB
Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi, Jawa Timur. (atourin.com)
Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi, Jawa Timur. (atourin.com)

Kabar BUMN - Indonesia punya kekayaan budaya yang tak hanya tercermin dari alam dan kuliner, tetapi juga melalui bangunan bersejarah seperti klenteng.

Klenteng sendiri merupakan tempat ibadah umat Konghucu, Taoisme, dan berbagai komunitas Tionghoa yang menawarkan kekayaan arsitektur dan nilai budaya.

Berikut rekomendasi klenteng yang menarik untuk dijadikan wisata religi dan budaya di berbagai daerah di Tanah Air.

Baca Juga: 5 Brand Sepatu Olahraga Lokal yang Direkomendasikan untuk Olahraga Lari

1. Klenteng Sam Poo Kong – Semarang (Jawa Tengah)

Sam Poo Kong di Semarang (Jennaira)

Salah satu klenteng paling terkenal di Indonesia, Sam Poo Kong dikenal sebagai tempat bersejarah yang dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Ho.

Kompleks klenteng ini menawarkan arsitektur Cina klasik dengan sentuhan lokal yang unik dan menjadi destinasi utama wisata budaya di Semarang.

Baca Juga: Perhatikan, Jangan Konsumsi Makanan Ini Bersamaan dengan Segelas Kopi

2. Klenteng Tay Kak Sie – Semarang (Jawa Tengah)

Terkenal dengan desain bangunan yang menyerupai kapal Laksamana Cheng Ho serta ornamen warna merah dan emas yang memukau, Tay Kak Sie adalah salah satu klenteng paling populer di kota ini.

Keindahan arsitekuranya membuatnya menarik untuk dikunjungi setiap waktu.

Baca Juga: Jurang Pulosari Bantul, Air Terjun Tirai Alami di Tengah Hutan Jati yang Cocok untuk Liburan Tenang

3. Vihara Bahtera Bhakti (Klenteng Ancol) – Jakarta

Vihara Bahtera Bhakti Ancol, Jakarta. (Instagram/@jakarta_tourism)

Dikenal juga sebagai Klenteng Ancol, vihara ini merupakan salah satu klenteng tertua di Jakarta yang didedikasikan untuk Da Bo Gong, dewa tanah dan kekayaan.

Obyek ini menjadi bagian penting dari sejarah Tionghoa di Ibu Kota dan menarik banyak pengunjung yang ingin memahami budaya lokal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini