Baca Juga: Persiapan Puasa Dimulai dari Sahur, Ini Niat yang Bisa Dibaca
Seni art atau seni cadas berupa cap tangan ini diperkirakan umurnya sudah 67.800 tahun.
Lebih tua dibanding yang pernah ditemukan di Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, dan juga Spanyol.
Seni cadas di Gua Metanduno menggunakan teknik semprot.
Prosesnya, orang prasejarah menempelkan telapak tangan ke dinding gua.
Baca Juga: EdSU House, Yogyakarta, Ruang Memahami dan Menggali Jiwa Seni Kontemporer
Lalu menyemprotkan cairan pigment dari mulut. Saat tangan dilepaskan, terbentuk garis luar telapak tangan.
Orang purba lalu memodifikasi lukisan tangan jadi lebih kurus dan panjang, sehingga tampak seperti cakar.
Penemuan ini membuktikan periode keberadaan Homo Sapiens di Australia-Papuan Nugini.
Bahwa manusia prasejarah ini sudah ada 15.000 tahun lebih awal dari yang semula diperkirakan.***
Artikel Terkait
4 Tempat Wisata di Tanjung Bira Bulukumba, Pesona Keindahan di Ujung Sulawesi Selatan
5 Kuliner Khas Gowa, Sulawesi Selatan, Warisan Kerajaan yang Menjadi Bagian Penting Sejarah Indonesia
Kalegowa, Sulawesi Selatan, Salah Satu Destinasi Utama untuk Slow Travel di Asia Versi Agoda
Indah dan Sejuknya Pemandangan Hijau di Malino Highland, Sulawesi Selatan, Telah Memikat Hati Sejak 1927
Jejak Kejayaan Kerajaan Gowa Tallo di Sulawesi Selatan