Kabar BUMN - Sawahlunto punya sejumlah kue tradisional yang agak berbeda dengan kue di kota Padang dan lainnya.
Kue tradisional Sawahlunto ini menggunakan bahan lokal, seperti tepung beras, kelapa dan gula merah.
Kalau cita rasa makanan beratnya pedas, sebagian besar kue tradisional Sawahlunto ini berasa gurih.
Baca Juga: Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
1. Ale-Ale Apam
Aslinya dari Silungkang, satu kecamatan di Sawahlunto, sepintas bentuknya mirip dengan serabi.
Kue ini terbuat dari tepung beras, santan, gula aren dan pandan, yang difermentasi selama 6-7 jam.
Dimasak dalam cetakan berbentu bulat. Teksturnya ringan dan lembut. Rasanya manis.
Ale-ale apam sangat mudah ditemukan di pasar tradisional di Sawahlunto.
Baca Juga: Panduan Memilih Kurma Berkualitas, Kalau Penyimpannya Benar bisa Kuat Sampai Tiga Tahun
2. Lamang Tungkek
Lamang Tungkek penganan khas Idul Adha, yang terbuat dari tepung beras sangrai, gula aren, dan santan.
Seluruh adonan dibungkus daun pisang, dikukus, lalu dipanggang.
Uniknya, adonan ini dirangkai berantai seperti tongkat (tungkek).
Ini menjadikannya kuliner awet dan simbol kebersamaan.
Baca Juga: Ramadan Lebih Maksimal dengan Amalan Puasa yang Tepat
Artikel Terkait
5 Pasar Subuh di Jabodetabek, Surganya Berburu Kue Tradisional dan Jajanan Pasar Lainnya
Unik dan Khas, Berikut Rekomendasi Kue Tradisional Betawi yang Bisa Dijadikan Takjil
5 Kue Tradisional Khas Nusantara yang Selalu Dihidangkan di Hari Raya Idul Fitri
Tempat Wisata di Sawahlunto, Kota Kecil Bekas Penghasil Batu Bara Terbesar di Zaman Hindia Belanda
Kuliner Lezat Asli Sawahlunto, Hanya Bisa Ditemukan di Bekas Kota Tambang Tersebut
Kue Tradisional Muntok, Salah Satunya Kue Favorit Presiden Soekarno