Peradangan merupakan respons alami tubuh pada cedera, infeksi mikroorganisme (virus, bakteri) dan zat asing.
Tanda tubuh menderita peradangan adalah tubuh kemerahan, panas, bengkak dan nyeri.
Bila peradangan tubuh dibiarkan bisa kronis dan menjadi penyakit seperti autoimun, kanker, diabetes dan arthritis.
Baca Juga: Ingin Ngabuburit Gratis di Semarang? Ini 3 Spot yang Bisa Kamu Kunjungi di Waktu Ramadan!
Riset menunjukkan peradangan yang mengarah pada penyakit kronis bisa dikurangi dengan puasa.
Sebuah studi tahun 2022 menunjukan orang yang berpuasa terkurangi kadar C-reactive proteinnya.
Ini zat yang sering muncul ketika tubuh mengalami peradangan.
Baca Juga: Bukber Rasa Piknik, TMII Hadirkan Suasana Baru untuk Ngabuburit Ramadan
Membantu penurunan berat badan
Tidak mengonsumsi apapun selama 12 jam secara tidak langsung membuat asupan kalori dalam tubuh berkurang.
Bila dilakukan selama sebulan mampu membantu penurunan berat badan.
Sebuah riset menunjukkan puasa lebih efektif menurunkan berat badan dibandingkan program diet lainnya.
Baca Juga: Update Harga Tiket Monas 2026: Jam Buka, Kuota Puncak, dan Akses Gratis Resmi
Selain itu puasa juga mampu membuat lingkar pinggang dan perut buncit seseorang lebih berkurang.
Tentu saja, penurunan ini terjadi bila seseorang makan dengan porsi normal.
Bila makan jorjoran, terutama yang berlemak dan manis bobot tubuh malah bisa naik.
Artikel Terkait
Tetap Bugar Saat Ramadan, Simak Aturan Olahraga yang Aman Ketika Puasa
Rahasia Tetap Bertenaga Saat Puasa, Ini 5 Protein Terbaik untuk Sahur dan Berbuka
Bikin Cepat Lapar, Ini 7 Makanan yang Wajib Dihindari Saat Puasa
7 Minuman yang Wajib Dihindari Saat Puasa, Bikin Cepat Haus dan Lemas!
Jaga Gula Darah Tetap Stabil Saat Puasa, Simak Tipsnya
Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum dengan Sengaja