Kabar BUMN - Penyebaran agama Islam di Palembang masuk setelah kerajaan Sriwijaya runtuh, sekitar abad 14.
Di masa itu agama Islam dibawa orang dari Demak yang kemudian mendirikan kesultanan Palembang.
Perkembangan Islam semakin pesat karena Palembang juga disinggahi pedagang dari India dan Arab.
Ini juga yang membuat Palembang sekarang memiliki cukup banyak masjid tua.
Baca Juga: Ngabuburun di Candi Prambanan, Lari Santai Sambil Menikmati Senja dan Iftar
Masjid Agung Palembang
Dikenal juga dengan nama lengkap Masjid Agung Sultan Mahmud Badruddin I Jayo Wikramo.
Ini masjid terbesar di Palembang. Didirikan 1738 - 1748 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I.
Masjid Agung Palembang mengambil gaya perpaduan antara arsitektur Melayu, Tiongkok, dan Eropa.
Bagian atap masjid bentuknya seperti klenteng sedangkan pintunya mengambil gaya Eropa.
Baca Juga: Gerhana Bulan Hari Ini, Berikut Niat Sholat Khusuf Dua Rakaat
Pengaruh Melayu terlihat pada bentuk menara Masjid Agung Palembang.
Dulu luasnya 1.080 meter persegi tapi dari tahun ke tahun mengalami perluasan dan renovasi.
Sekarang menjadi luas masjid 15.400 meter persegi.
Saat ini Masjid Agung Palembang menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi di Palembang.
Artikel Terkait
Masjid Gedhe Mataram, Masjid Tertua yang Dibangun Wali Songo di Pulau Jawa
3 Masjid Indonesia Masuk ke Jajaran Terbesar di Asia Tenggara, Ini 5 Daftarnya!
Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Destinasi Wisata Religi Megah di Jantung Kota Bengawan
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng
Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia