Kabar BUMN - Menu takjil tradisional di Palembang sangat banyak, beragam, dan khas kota tersebut.
Keragaman takjil ini pula yang menempatkan Palembang satu destinasi kuliner Ramadan unik.
Pasar, termasuk yang muncul dadakan, di Palembang akan dipenuhi takjil ini beberapa saat sebelum berbuka.
Berikut sebagian takjil khas Palembang yang selalu hadir saat Ramadan.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Tips Mengatasi Rasa Takut Nyasar Saat Bepergian Jauh
Srikayo
Srikayo atau kue srikaya merupakan warisan kuliner Kesultanan Palembang Darusslam.
Zaman dulu srikayo hanya bisa dinikmati kaum bangsawan.
Srikayo terbuat dari telur, gula pasir, santan, dan sari pandang. Kue ini dikukus sampai empuk.
Cita rasanya manis dengan tekstur lembut. Aroma pandan dan warna hijaunya sangat menggugah selera.
Baca Juga: 3 Masjid Tertua di Palembang, Perjalanan Panjang Tempat Ibadah Berusia Beratus-ratus Tahun
Kue Lumpang
Kue yang dipengaruhi kuliner Tionghoa ini dibuat dari tepung beras, tepung kanji, gula pasir, santan, dan daun suji.
Adonan dimasukkan dalam cetakan dan dikukus. Uninya, saat dikukus akan muncul cekungan di tengah kue.
Cekungannya seperti bentuk lumpang (alat menumbuk padi), karenanya dinamakan kue lumpang.
Kue lumpang dulunya disajikan saat upacara adat, sekarang bisa ditemukan kapan saja, termasuk saat Ramadan.
Artikel Terkait
Takjil Ramadan: Dari Manis sampai Gurih, Ini Pilihan Sederhana yang Selalu Dicari Saat Berbuka
Rekomendasi Takjil Praktis untuk Berbuka Puasa Saat Masih Berada di Transportasi Umum
5 Menu Takjil Sehat untuk Buka Puasa, Lezat dan Cepat Pulihkan Energi
4 Tempat Berburu Takjil yang Legendaris di Jakarta, Tak Pernah Sepi Pemburu Hidangan Berbuka Puasa
Tempat Berburu Takjil di Yogyakarta, Ada yang Sudah Berumur Puluhan Tahun
Berbuka Puasa di Atas Rel, Kuliner Kereta Hadirkan Menu Takjil Spesial Selama Ramadhan