Kabar BUMN - Agama Islam di tanah Minang muncul dan berkembang sejak abad ke-7.
Diperkirakan sekitar 674 Masehi sudah tinggal masyarakat Arab Muslim di pesisir Timur Sumatra.
Mereka masuk ke wilayah Minangkabau melalui sungai-sungai di Batang Hari, Siak, Kampar, dan Indragiri.
Salah satu warisan sejarah perkembangan Islam di Sumatra Barat adalah Masjid Tuo Kayu Jao.
Baca Juga: Sembelit Setelah Beberapa Hari Berpuasa? Ini Yang Harus Dilakukan untuk Mencegahnya
Sejak abad ke 17
Masjid Tuo Kayu Jao berada di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Kabupaten Solok.
Tidak ada data yang menyebutkan tahun tepat berdirinya masjid, tapi diperkirakan sekitar abad ke 17.
Saat ini Masjid Tuo Kayu Jao merupakan salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah.
Masjid dibangun dari hasil rembukan tetua dan pemimpin masyarakat Minangkabau.
Baca Juga: Jangan Panik! Ini Panduan Lengkap Transit Mandiri di Bandara agar Perjalananmu Tetap Lancar
Dua orang yang berperan penting, yaitu Angku Masyhur, dan Angku Labari.
Makam kedua tokoh penting tersebut bisa ditemukan di dekat lingkungan masjid Tuo Kayu Jao.
Zaman dulu masjid tidak hanya jadi tempat ibadah tapi juga untuk syiar Islam, musyawarah desa.
Hingga tempat menentukan strategi melawan penjajah, bahkan lokasi penyimpanan senjata rahasia.
Baca Juga: Buka Puasa di Kawasan Situs Bersejarah, Buko Ing Boko Jadi Pilihan Unik di Jogja
Artikel Terkait
Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Destinasi Wisata Religi Megah di Jantung Kota Bengawan
Masjid Tertua di Jakarta, Umurnya Sudah Lebih dari 250 Tahun
Masjid Tjia Kang Ho, Didirikan Keturunan Tionghoa dan Bangunannya Sering Dikira Klenteng
Serasa di Turki dan India, Ini Deretan Masjid Unik di Indonesia
Menyambut 10 Malam Terakhir Ramadan: Ini 5 Masjid di Jakarta yang Nyaman untuk Iktikaf
3 Masjid Tertua di Palembang, Perjalanan Panjang Tempat Ibadah Berusia Beratus-ratus Tahun