Empat galeri
Selain lukisan lama, sebagian besar koleksinya hasil sumbangan para seniman.
Ada juga beberapa karya yang dibeli dari hasil pembelian yang dananya dikumpulkan dari sejumlah donatur.
Koleksinya meliputi lukisan karya anggota Pitamaha, lukisan karya I Gusti Nyoman Lempad dan lukisan kontemporer Bali.
Baca Juga: Jangan Lupa! Ini Hal Penting yang Perlu Dicek di Rumah Sebelum Mudik
Selain itu juga terdapat ukiran kayu dan lukisan wayang kamasan. Semuanya tersebar dalam empat galeri.
Galeri pertama memajang koleksi awal dari Ubud dan desa sekitarnya.
Di sini terdapat lukisan dengan nuansa wayang abad ke 10 sampai abad 15.
Baca Juga: Tips Mencuci Mukena Putih agar Kembali Bersih seperti Baru untuk Persiapan Salat Idulfitri 2026
Di galeri kedua isinya karya-karya Young Artist Bali dengan yang gaya modern.
Salah satu yang terkenal adalah lukisan tahun 1970 karya I Gusti Made Kwandji berjudul Barong Dance.
Sementara di galeri ketiga dipajang koleksi klasik dan tradisional.
Salah satunya karya I Gusti Ketut Kobot dengan judul Temple Festival tahun 1938.
Baca Juga: Inspirasi 15 Ucapan Idulfitri 2026 untuk Status WhatsApp dan Media Sosial
Terakhir, galeri keempat digunakan untuk pameran khusus.
Museum Puri Lukisan beralamat di jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.
Artikel Terkait
Rekomendasi Bubur Tradisional Bali, Tiap Daerah Punya Racikan yang Berbeda
Bakeri Viral di Bali yang Direkomendasikan untuk Sarapan
4 Galeri Seni di Bali, Hadirkan Perpaduan Seni Tradisional Bali, Kontemporer, Hingga Modern
Fakta Menarik Tentang Pantangan yang Dilakukan Umat Hindu Saat Hari Raya Nyepi
Tips Liburan di Bali Saat Hari Raya Nyepi Bagi yang Tidak Merayakan
Rekomendasi Tempat Sarapan Pagi di Bali dengan Menu Lokal yang Tak Biasa