Kabar BUMN - Hari Raya Nyepi merupakan momen umat Hindu Bali merayakan tahun baru Saka (penanggalan kalender Bali).
Bila perayaan tahun baru identik dengan kemeriahan, berbeda dengan Nyepi, yang justru dijalani dalam keheningan.
Tujuannya untuk membersihkan diri, mendekatan diri pada Tuhan, dan menciptakan harmoni dengan alam semesta.
Umat Hindu Bali wajib menjalankan catur brata atau empat pantangan utama selama Hari Raya Nyepi.
Baca Juga: Inspirasi 15 Ucapan Idulfitri 2026 untuk Status WhatsApp dan Media Sosial
Amati Geni
Bila diterjemahkan artinya dilarang menyalakan api atau lampu.
Pantangan ini melarang masyarakat di Bali menyalakan api, petasan, dan lampu penerangan.
Karena itu semua rumah dan bangunan di Bali harus dimatikan atau dalam keadaaan gelap.
Prinsip Amati Geni ini juga termasuk mengendalikan api amarah dan hawa napsu dalam diri.
Baca Juga: 5 Kuliner Legendaris Cirebon yang Cocok Jadi Tempat Singgah Saat Mudik Lebaran 2026
Amati Karya
Ini bisa diartikan sebagai dilarang bekerja.
Sesuai dengan pantangan ini, masyarakat di Bali tidak boleh bekerja pada Hari Nyepi baik secara luring dan daring.
Tujuannya alih-alih kegiatan fisik, orang lebih fokus pada kegiatan rohani sebagai bentuk penyucian diri.
Karena tidak boleh bekerja, maka semua jenis transportasi di Bali tidak boleh beroperasi.
Artikel Terkait
5 Hidangan yang Selalu Disajikan di Perayaan Nyepi, Dinikmatinya Setelah Puasa 24 Jam
Aturan Saat Nyepi di Bali, Wajib Dipatuhi Semua Orang di Pulau Dewata, Termasuk Wisatawan
Nyepi di Air Terjun Tibu Sampi, Bali, Keindahan Tersembunyi di Dalam Pemukiman Warga
Sambut Nyepi 2026, InJourney Hospitality Hadirkan Pengalaman Menginap Sarat Makna di Bali
Catat! Jadwal Resmi Libur Lebaran 2026 dan Nyepi: Potensi Libur Panjang Hampir Sepekan
Nyepi di Bali, ASDP Berlakukan Penghentian Sementara Penyeberangan di Lintas Utama Jawa-Bali-Lombok