Misalnya kepada orang yang menderita penyakit autoimmune seperti lupus atau multiple scleroris.
Penderita diabetes, ADHD, autisme, dan depresi juga sering terkena brain fog.
Baca Juga: 20 Contoh Ucapan Selamat Idulfitri 1447 H yang Cocok Jadi Caption Instagram
Orang awam bisa terkena brain fog bila kurang tidur.
Ataupun perempuan yang sedang mengalami perubahan hormon, seperti hamil atau menopause.
Selain itu, diet yang terlalu ketat, kurang gizi, dan stres berkepanjangan juga bisa memicu brain fog.
Baca Juga: Tips Menjaga Ibadah Agar Tetap Istiqomah Setelah Ramadan Berakhir
Kurangi waktu dengan gawai
Selain kondisi di atas, ada satu faktor besar yang membuat orang kini semakin mudah alami brain fog.
Yakni, karena menghabiskan banyak waktu dengan gawai seperti ponsel, table, laptop dan komputer.
Penyebabnya, cahaya biru dan sinar radiasi yang dipaparkan layar mengganggu keseimbangan produksi melatonin.
Baca Juga: Tips Menjaga Tubuh Tetap Segar Tanpa Bau Keringat Saat Naik Kereta Jarak Jauh di Malam Hari
Sementara hormon melatonin sangat dibutuhkan untuk membantu orang untuk tidur.
Orang yang mengalami gangguan tidur selama berbulan-bulan bahkan menahun bisa mengalami brain fog.
Solusinya, kurangi waktu dengan gawai atau puasa gadget, lalu saat bekerja, beri waktu otak beristirahat.
Baca Juga: Bukber di The Nusa Dua Bali: Rekomendasi Iftar Spesial untuk Ramadan
Artikel Terkait
6 Kebiasan Sederhana yang Bisa Mencegah Penurunan Fungsi Otak di Usia Senja
5 Minuman yang Harus Dihindari karena Dapat Merusak Kesehatan Otak
Cegah Kepikunan Dini dengan Olah raga untuk Otak
Saatnya Refresh Otak, Serunya Wisata Sukuh Gesang Ecofarm Karanganyar, Bisa Petik Tomat Ceri Langsung dari Pohonnya
Aktivitas Kreatif dan Mengasah Otak yang Bisa Dilakukan Selama Akhir Pekan
Museum Paling Unik di Korea Selatan, Merangsang Otak Menikmati Pengetahuan dengan Cara yang Berbeda