5 Tradisi Lebaran Penuh Warna yang Masih Hidup di Nusantara

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 20 Maret 2026 | 14:00 WIB
Grebeg Syawal Yogyakarta (gudeg.net)
Grebeg Syawal Yogyakarta (gudeg.net)

Tujuh gunungan hasil bumi dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit menuju Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, dan Kantor Kepatihan, kemudian diperebutkan masyarakat.

Tradisi ini telah berlangsung sejak abad ke-16 dan tetap menjadi daya tarik wisata budaya.

Baca Juga: Ramadan 2026, PLN Nusantara Power Salurkan Rp2,5 Miliar untuk 19.000 Penerima

5. Binarundak di Sulawesi Utara

Di Motoboi Besar, Sulawesi Utara, warga melaksanakan tradisi Binarundak dengan memasak nasi jaha dalam batang bambu selama tiga hari setelah Idulfitri.

Nasi jaha berbahan beras dengan santan dan jahe ini dinikmati bersama sebagai wujud syukur dan mempererat silaturahmi. Kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Baca Juga: Kepedulian di Bulan Suci, PT TIMAH Gandeng Pemkab Bangka Barat Bagikan Sembako untuk Masyarakat

Beragam tradisi Lebaran di Indonesia menunjukkan kekayaan budaya yang tak ternilai.

Dari Grebeg Syawal hingga Festival Meriam Karbit, perayaan ini menjadi sarana menjaga warisan leluhur sekaligus memupuk kebersamaan.

Menyambut Lebaran dengan mengikuti tradisi lokal juga memberi pengalaman unik bagi setiap orang yang terlibat. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini