Kabar BUMN - Saat Lebaran, alih-alih nasi, ketupat lebih sering disajikan untuk pelengkap suguhan berat.
Ketupat sudah muncul sejak zaman Hindu-Buddha, tetapi populer oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah.
Meskipun identik dengan sajian Lebaran, ketupat telah menyebar ke hampir seluruh wilayah di Indonesia.
Ketupat dibuat untuk melengkapi beragam kuliner Indonesia.
Baca Juga: Arus Balik Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Terhindar dari Mabuk Perjalanan
Tahu guling
Menu khas Yogyakarta ini tampilannya mirip ketoprak. Perbedaannya, kuahnya berwarna cokelat gelap.
Kuah siramannya terbuat dari campuran bumbu kacang, asam jawa, dan kecap manis.
Satu porsi tahu guling terdiri atas tahu goreng, ketupat, toge, dan kol.
Salah penjual tahu guling terkenal di Yogyakarta di Warung Soto Bu Par di Tegalrejo, Yogyakarta.
Baca Juga: Sunset & Drift Sekaligus, Ini Cara Baru Nikmati Mandalika Saat Libur Lebaran
Ketupat bakso
Kalau umumnya bakso disajikan dengan mie dan bihun, di Banjarnegara dan Dieng ditambahkan ketupat.
Selain bakso, potongan ketupat, ketupat bakso ditambah tetelan, daun bawang, dan pangsit.
Penggunaan ketupat membuat satu porsi bakso jadi lebih kenyang dibandingkan pakai mi atau bihun.
Menu ini paling enak dinikmati panas-panas, sesuai dengan udara Banjarnegara dan Dieng yang dingin.
Artikel Terkait
6 Tradisi Lebaran Ketupat dari Berbagai Daerah
Fakta Menarik Ketupat yang Selalu Terhidang di Hari Raya Idul Fitri, Arti dan Maknanya Ternyata Mendalam
Tidak Hanya Jajaran Genjang, Ketupat di Indonesia Juga Dibuat dengan Beragam Bentuk dan Nama
Simak! Ini Tips Menyimpan Lontong dan Ketupat Lebaran Agar Tidak Mudah Basi