Kabar BUMN - Suasana pagi di Stadion Manahan terasa lebih hidup dengan hadirnya kuliner khas yang satu ini.
Di antara aktivitas warga yang mulai berjalan, cabuk rambak menjadi menu sarapan yang kerap diburu karena keunikannya.
Sepincuk cabuk rambak berisi potongan ketupat yang disiram saus wijen, lalu dilengkapi karak yang renyah.
Dilansir KabarBUMN.com dari Indonesia.go.id, meski tampil sederhana, perpaduan rasa gurih dan teksturnya justru menjadi daya tarik utama.
Banyak orang memilih menu ini karena ringan, namun tetap mengenyangkan untuk memulai hari.
Ciri khas cabuk rambak terletak pada sausnya.
Baca Juga: Pendaftaran BSI Scholarship Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah Gratis dengan Uang Saku
Wijen dan kelapa disangrai terlebih dahulu, kemudian diolah bersama bumbu hingga menghasilkan rasa gurih dengan aroma khas yang sedikit smoky.
Sensasi ini jarang ditemukan pada kuliner lain, sehingga membuatnya mudah dikenali.
Kuliner ini juga menyimpan sejarah panjang di Solo.
Baca Juga: Menembus Hutan Sunyi Menuju Surga Tersembunyi: Curug Larangan di Sukabumi
Dahulu, pelengkapnya menggunakan rambak atau kerupuk kulit.
Seiring waktu, banyak pedagang beralih ke karak agar lebih ekonomis, tanpa menghilangkan karakter rasa aslinya.
Artikel Terkait
Sebelum Balik Mudik, Cobain Dulu 6 Kuliner Khas Wonogiri yang Sederhana tapi Kaya Rasa
Ini Kuliner dari Berbagai Negara yang Masuk Dalam Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
Rekomendasi Kuliner Legendaris di Pondok Indah, Ada yang Dijual di Gerobak dan di Pertokoan
Ragam Kuliner Tahu dari Jawa Barat, Sebagian Besar Sudah Dikenal di Banyak Daerah Lain
Kuliner Malaysia yang Dipengaruhi Kuliner Inggris, Sudah Populer Juga di Dunia