Wisata Rasa di Solo, Cabuk Rambak Manahan Jadi Buruan Pagi Hari

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 9 April 2026 | 11:00 WIB
Rasa gurih dengan aroma wijen yang khas. Cabuk rambak jadi pilihan sarapan favorit warga Solo.
Rasa gurih dengan aroma wijen yang khas. Cabuk rambak jadi pilihan sarapan favorit warga Solo.

Kabar BUMN - Suasana pagi di Stadion Manahan terasa lebih hidup dengan hadirnya kuliner khas yang satu ini.

Di antara aktivitas warga yang mulai berjalan, cabuk rambak menjadi menu sarapan yang kerap diburu karena keunikannya.

Sepincuk cabuk rambak berisi potongan ketupat yang disiram saus wijen, lalu dilengkapi karak yang renyah.

Baca Juga: Perum Jasa Tirta I Open Rekrutmen untuk Lulusan S1 Berbagai Jurusan, Simak Posisi serta Persyaratannya

Dilansir KabarBUMN.com dari Indonesia.go.id, meski tampil sederhana, perpaduan rasa gurih dan teksturnya justru menjadi daya tarik utama.

Banyak orang memilih menu ini karena ringan, namun tetap mengenyangkan untuk memulai hari.

Ciri khas cabuk rambak terletak pada sausnya.

Baca Juga: Pendaftaran BSI Scholarship Unggulan 2026 Resmi Dibuka, Peluang Kuliah Gratis dengan Uang Saku

Wijen dan kelapa disangrai terlebih dahulu, kemudian diolah bersama bumbu hingga menghasilkan rasa gurih dengan aroma khas yang sedikit smoky.

Sensasi ini jarang ditemukan pada kuliner lain, sehingga membuatnya mudah dikenali.

Kuliner ini juga menyimpan sejarah panjang di Solo.

Baca Juga: Menembus Hutan Sunyi Menuju Surga Tersembunyi: Curug Larangan di Sukabumi

Dahulu, pelengkapnya menggunakan rambak atau kerupuk kulit.

Seiring waktu, banyak pedagang beralih ke karak agar lebih ekonomis, tanpa menghilangkan karakter rasa aslinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini