4 Kuliner Khas Jawa Barat yang Semakin Langka dan Sulit Ditemukan

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 15 April 2026 | 10:00 WIB
Geco singkatan dari toge dan tauco muncul sejak 1947, populer di 1960-an, sekarang sulit ditemukan.   (Cianjur Kuy via cianjurupdate.com)
Geco singkatan dari toge dan tauco muncul sejak 1947, populer di 1960-an, sekarang sulit ditemukan. (Cianjur Kuy via cianjurupdate.com)

Kabar BUMN - Jawa Barat punya banyak kuliner lezat yang sudah menjadi bagian dari kuliner nasional.

Sebut saja cireng, seblak, cilok, dan tahu gejrot, semuanya mudah ditemui di Jakarta dan kota lain.

Di antara sekian banyak yang populer, beberapa kuliner khas Jawa Barat juga ada yang mulai punah.

Biasanya hanya bisa ditemukan di satu kota bahkan penjualnya hanya satu orang saja.

Baca Juga: 4 Merek Teh Tubruk dari Jawa Tengah, Nostalgia Rasa Tradisional yang Tak Lekang oleh Waktu

Geco
Geco singkatan dari toge dan tauco muncul sejak 1947, populer di 1960-an, sekarang sulit ditemukan.

Kuliner ini kombinasi toge rebus dan kuah tauco. Isinya ketupat, toge, mie, dan tahu kuning, disiram kuah tauco.

Kuah ini berbuat dari tauco, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kecap manis dan cuka.

Salah satu penjual geco di Cianjur adalah Iding Jaenudin yang berjualan di dekat Masjid Agung Cianjur.

Baca Juga: Sekali Kayuh ke Pantai Elak Elak, Bisa Sekalian Mendayung Menuju Beberapa Gili Kecil Menarik

Ketan bintul (Hops.id)

Ketan bintul
Menu ini populer di bulan Ramadan dan sulit ditemui di bulan lain. Ketan bintul berasal dari Banten.

Konon ketan bintul mejadi menu berbuka favorit Sultan Maulana Hasanuddin.

Ketan bintul terbuat dari ketan yang dikukus dan setelah itu diberi taburan serundeng berbumbu rempah-rempah.

Pada tahun 2020 ketan bintul ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbudristek.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini