3 Rumah Pahlawan Wanita Indonesia yang Terus Dipertahankan Sebagai Museum

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 22 April 2026 | 07:00 WIB
Bangunan rumah Cut Nyak Dien ini merupakan replika bangunan asli yang sudah habis dibakar Belanda tahun 1896. (indonesiakaya.com)
Bangunan rumah Cut Nyak Dien ini merupakan replika bangunan asli yang sudah habis dibakar Belanda tahun 1896. (indonesiakaya.com)

Kabar BUMN - Meskipun tidak diperingati secara khusus, Indonesia juga berutang budi kepada beberapa wanita pejuang kemerdekaannya.

Mereka melawan penjajahan, baik secara fisik, maupun melalui bentuk lainnya.

Tidak sedikit yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sekarang rumah tokoh pejuang wanita Indonesia ini sebagian telah menjadi museum untuk umum.

Baca Juga: Jejak Lengkap Geopark Ijen: Dari Blue Fire hingga Misi Dunia Menuju Green Card UNESCO

Rumah Cut Nyak Dien
Rumah pahlawan wanita asal Aceh ini di jalan Cut Nyak Dhien, Desa Lampisang, Peukan Bada, Aceh Besar.

Posisinya di antara pusat kota Banda Aceh dan kawasan Lampuk.

Sebenarnya rumah ini replika karena bangunan asli sudah habis dibakar Belanda tahun 1896.

Pembangunan rumah replika ini dilakukan antara tahun 1981-1982 untuk mengenang jasanya.

Baca Juga: 7 Ide Bisnis Menjanjikan untuk Ibu Rumah Tangga

Luasnya sekitar 25 x 17 meter persegi. Bangunnya model rumah panggung.

Pada bagian serambi utama dipasang foto-foto perjuangan Cuk Nyak Dien dan masa pendudukan Belanda di Aceh.

Dalam bangunan ini terdapat ruang makan, dapur, dan kamar tidur Cut Nyak Dhien.

Di sekitar rumah itu ada sejumlah toko oleh-oleh yang menyediakan makan khas Aceh, kopi, dan kerajinan tangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini