Kabar BUMN - Di antara keberadaan desa-desa adat di Bali, tersebutlah Desa Julah yang berbeda dengan lainnya.
Jika desa di Bali Selatan umumnya terpengaruh budaya Majapahit, Desa Julah masih mencerminkan tradisi asli Bali.
Penduduknya keturunan Bali Arga yang sudah mendiami desa tersebut sejak abad ke sembilan.
Tertulis dalam prasasti
Desa Julah berada di Buleleng, Bali Utara. Tepatnya di Tejakul, sebelah timur kota Singaraja.
Diperkirakan desa ini berdiri tahun 884 Saka atau 923 Masehi pada masa pemerintahan Sang Ratu Sri Ugrasena.
Nama Desa Julah tertulis dalam 20 lembar prasasti perunggu, yang kini hanya tersisa 11 lembar.
Sembilan di antaranya disimpan di Pura Balai Agung Desa Julah.
Baca Juga: Ragam Nasi Rames di Jawa Tengah, Beda Lauk, Beda Rasa
Masuk ke Desa Julah seperti berada di Bali zaman dulu dengan bentuk bangunan yang menerapkan konsep bangunan Bali Arga.
Setiap rumah terdiri atas tiga bangunan, yaitu tempat suci (kemulan), bale meten (tempat tidur) dan dapur (sidemen).
Dulunya warga mandi, cuci, dan kakus di sungai. Sekarang terdapat kamar mandi dan WC yang terpisah dari rumah.
Baca Juga: Awas Dehidrasi! Simak Daftar Minuman yang Wajib Dihindari Saat Cuaca Panas Ekstrem
Aturan desa
Ada aturan penduduk tidak boleh menjual tanah dan rumah mereka.
Artikel Terkait
Berburu Sunset di Bali, Ini 7 Pantai dengan Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik
Bali Puncaki Dunia! Inilah Daftar Destinasi Wisata Terbaik 2026 Versi Traveler Global
Rekomendasi Wisata Bali, Karang Boma Cliff Tawarkan Sunset Cantik dari Tebing