Jelajah Desa Julah, Desa di Bali Utara dengan Suasana dan Tradisi Bali Asli

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 8 Mei 2026 | 15:30 WIB
Satu candi yang menjadi ikon Desa Julah di Buleleng, Bali Utara. (Instagram/@wisata_desa_julah)
Satu candi yang menjadi ikon Desa Julah di Buleleng, Bali Utara. (Instagram/@wisata_desa_julah)

Bila ingin melakukan renovasi harus melapor dulu pada pemimpin desa.

Penduduk Desa Julah juga punya aturan sosial yang jelas.

Setiap anak sudah menikah hanya boleh tinggal dengan orang tuanya paling lama satu tahun.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di PIK, dari Pantai sampai Hutan Mangrove

Desa Julah masih mempertahankan sistem pemerintah kuno yang diberi nama Hulu Apad.

Pada sistem ini pemerintah tertinggi dijalankan oleh dua orang Jero Kubayan dan empat orang Jeru Bau.

Mereka yang mengatur semua tata krama adat dan tatanaan agama di desa.

Baca Juga: Kurangi atau Hindari Mengonsumsi Makanan yang Memperbesar Risiko Kanker Usus Besar

Wisata budaya
Sebagian besar penduduk Desa Julah bekerja sebagai petani dan buruh.

Beberapa menjadi perajin makanan tradisional seperti dodol, kaliadrem, dan kepul.

Perempuannya membuat kerajinan kain tenun khas Bali dengan alat tradisional dari kayu.

Beberapa motif tradisional terpopuler, yaitu geringsing, kasang, kamen daki, sakukup, subagi, dan tapih pegat.

Baca Juga: 4 Cara Melatih Tubuh Tidur Tepat Waktu untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas

Masing-masing punya makna tersendiri. Seperti tapih pegat yang artinya tidak pernah putus.

Filosofinya orang menikah yang mengenakan kain ini tidak akan pernah berpisah.

Ada juga kain kasang yang sering digunakan sebagai alas banten (sarana untuk upacara keagaman Hindu).

Selain menjelajahi desa, bisa juga ke Pantai Desa Julah. Pantai ini masih sepi dan jarang orang tahu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini