Bila ingin melakukan renovasi harus melapor dulu pada pemimpin desa.
Penduduk Desa Julah juga punya aturan sosial yang jelas.
Setiap anak sudah menikah hanya boleh tinggal dengan orang tuanya paling lama satu tahun.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di PIK, dari Pantai sampai Hutan Mangrove
Desa Julah masih mempertahankan sistem pemerintah kuno yang diberi nama Hulu Apad.
Pada sistem ini pemerintah tertinggi dijalankan oleh dua orang Jero Kubayan dan empat orang Jeru Bau.
Mereka yang mengatur semua tata krama adat dan tatanaan agama di desa.
Baca Juga: Kurangi atau Hindari Mengonsumsi Makanan yang Memperbesar Risiko Kanker Usus Besar
Wisata budaya
Sebagian besar penduduk Desa Julah bekerja sebagai petani dan buruh.
Beberapa menjadi perajin makanan tradisional seperti dodol, kaliadrem, dan kepul.
Perempuannya membuat kerajinan kain tenun khas Bali dengan alat tradisional dari kayu.
Beberapa motif tradisional terpopuler, yaitu geringsing, kasang, kamen daki, sakukup, subagi, dan tapih pegat.
Baca Juga: 4 Cara Melatih Tubuh Tidur Tepat Waktu untuk Mendapatkan Tidur yang Berkualitas
Masing-masing punya makna tersendiri. Seperti tapih pegat yang artinya tidak pernah putus.
Filosofinya orang menikah yang mengenakan kain ini tidak akan pernah berpisah.
Ada juga kain kasang yang sering digunakan sebagai alas banten (sarana untuk upacara keagaman Hindu).
Selain menjelajahi desa, bisa juga ke Pantai Desa Julah. Pantai ini masih sepi dan jarang orang tahu.***
Artikel Terkait
Berburu Sunset di Bali, Ini 7 Pantai dengan Pemandangan Matahari Terbenam Terbaik
Bali Puncaki Dunia! Inilah Daftar Destinasi Wisata Terbaik 2026 Versi Traveler Global
Rekomendasi Wisata Bali, Karang Boma Cliff Tawarkan Sunset Cantik dari Tebing