Kampung Bathok, Desa Perajin yang Memanfaatkan Batok Kelapa untuk Kerajinan Seni Bernilai Tinggi

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 11 Mei 2026 | 15:30 WIB
Salah satu produk kerajinan yang mulai jadi pusat kerajinan sejak tahun 2009.  (aseyaindonesia.blogspot.com via visitingjogja.jogjaprov.go.id)
Salah satu produk kerajinan yang mulai jadi pusat kerajinan sejak tahun 2009. (aseyaindonesia.blogspot.com via visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Kabar BUMN - Di Blitar yang populer sebagai kota kelahiran Presiden Soekarno terdapat Kampung Bathok.

Kampung ini salah satu sentra industri kreatif yang mengubah sisa batok kelapa menjadi kerajinan.

Di Kampung Bathok orang bisa melihat batok kelapa kelapa diolah menjadi beragam bentuk lain.

Baca Juga: Pasar Tradisional di Bandung untuk Wisata Belanja dan Kuliner, Selain Pasar Cihapit

Batok kelapa yang berlimpah
Kampung Bathok berada di Kelurahan Tanjung Sari, Sukorejo, Blitar.

Lokasinya mudah dijangkau dan sudah dikenal warga lokal sebagai salah satu sentra industri kreatif.

Kampung Bathok mulai jadi pusat kerajinan sejak tahun 2009.

Idenya mucul dari warga setempat, Anas Faisol dan Ismarofi.

Baca Juga: Tips Menghindari Bau Badan Saat Cuaca Panas, Simak Cara Agar Tetap Segar Seharian

Mereka terinsiprasi tetangga yang berjualan souvenir tas berbahan baku batok di makam Bung Karno.

Dengan pertimbangan banyak sisa batok kelapa di Blitar, keduanya terpikir untuk mengolahnya.

Awalnya mereka hanya mengajak beberapa warga kerja paruh waktu untuk membantunya.

Baca Juga: Kuliner Ekstrem dari Jawa Tengah, Tidak Semua Orang Berani Mengonsumsinya

Dengan modal 2 juta rupiah, Ismarofi mulai berkreasi dengan batok kelapa. Modalnya gergaji duduk dan bor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini