Kenapa Tidak Disarankan Keramas Terlalu Sering? Ini Dampaknya untuk Rambut dan Kulit Kepala

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 12 Mei 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi -  Keramas terlalu sering ternyata bisa membuat rambut kering, mudah rusak, hingga memicu ketombe. Simak penyebab dan dampaknya di sini. (Pexels)
Ilustrasi - Keramas terlalu sering ternyata bisa membuat rambut kering, mudah rusak, hingga memicu ketombe. Simak penyebab dan dampaknya di sini. (Pexels)

Kondisi kulit kepala yang terlalu kering juga bisa memicu munculnya ketombe. Karena itu, menjaga keseimbangan kelembapan kulit kepala menjadi hal penting agar rambut tetap sehat.

Baca Juga: Tebing Karang dan Laut Biru Jadi Andalan Pantai Karang Tawulan di Tasikmalaya

Seberapa Sering Sebaiknya Keramas?

Frekuensi keramas sebenarnya berbeda untuk setiap orang. Hal ini tergantung pada jenis rambut, aktivitas harian, cuaca, hingga kondisi kulit kepala masing-masing.

Untuk sebagian orang, keramas dua hingga tiga kali seminggu sudah cukup menjaga kebersihan rambut. Namun bagi yang memiliki aktivitas tinggi atau kulit kepala sangat berminyak, frekuensinya bisa lebih sering dengan tetap memperhatikan kondisi rambut.

Baca Juga: Mahasiswa Jurusan Data Merapat, Bank BUMN Buka Kesempatan Magang Ini

Keramas memang penting untuk menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala. Namun, melakukannya terlalu sering justru dapat menimbulkan berbagai masalah yang tidak disadari.

Menyesuaikan frekuensi keramas dengan kebutuhan rambut menjadi langkah terbaik agar rambut tetap sehat, lembut, dan mudah diatur. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler