Baca Juga: 20 Ide Caption Instagram Bertema Iduladha, Cocok untuk Foto Kurban atau Momen Kumpul Keluarga
Koleksi buku langka
Perpustakaannya tidak terlalu besar tapi koleksinya luar biasa, sekitar 25.000 buku dari berbagai bahasa.
Mulai bahasa Indonesia, Melayu, Jawa, Belanda, Jerman, Prancis, dan Tiongkok.
Koleksinya sebagian besar milik Oei Him Hwie.
Baca Juga: 3 Tempat Makan Rawon di Malang, Sejak Dulu Rasanya Tidak Berubah
Dulu ia bekerja sebagai wartawan sejak 1962 di Koran Trompet Masjarakat Malang.
Hwie meninggal tahun 2025 dan sekarang perpustakaan dikelola keturunannya.
Perpustakaan terdiri atas dua lantai. Lantai pertama saja terbagi atas dua ruangan.
Yaitu ruang koleksi khusus yang fokus pada subjek sejarah, naskah asli milik Pramoedya Ananta Toer.
Baca Juga: Tips Mengatur Uang Pesangon Setelah di-PHK dan Tidak Langsung Mendapat Pekerjaan Baru
Lalu tentang Soekarno, pembauran, dan integritas etnis Tionghoa di Indonesia.
Ruang kedua, berisi koleksi terbitan buku langka.
Sementara lantai dua fokuskan ke koleksi yang berhubungan dengan Presiden Soekarno, bundel majalah, dan koran tua.
Baca Juga: Anti Burnout, Ini Cara Kerja Lebih Efektif dan Teratur
Artikel Terkait
Suka Baca Buku? Temukan Spot Baca Paling Asyik di 5 Perpustakaan Favorit Semarang
Rekomendasi Perpustakaan Ramah Anak di Jakarta, Koleksi Bukunya Lengkap dan Nyaman untuk Belajar
Perpustakaan di Yogyakarta, Pusat Kreatif dan Inspirasi dengan Koleksi yang Memperkaya Pengetahuan
Jogja Library Centre, Perpustakaan Jadul di tengah Malioboro
Daftar Perpustakaan di Surabaya, Koleksi Utamanya Cukup Spesifik