Baca Juga: TMII Gelar Pekan Raya Budaya hingga 1 Juni 2026, Ada Tari Kecak dan Ratoh Jaroe
Tiga candi
Candi Bahal dibangun menggunakan batu bata merah.
Ini berbeda dengan candi di Pulau Jawa yang sebagian besar menggunakan batu andesit.
Di setiap dindingnya dihiasi relief dan ornamen yang menggambarkan ajaran Sang Buddha.
Baca Juga: 20 Ucapan Selamat Waisak 2026 yang Penuh Makna, Cocok Dibagikan di Hari Raya Ini
Dalam kompleks candi terdapat tiga candi dengan ukuran berbeda-beda.
Candi Bahal I merupakan candi terluas dengan luas 3.000 meter persegi.
Bangunannya terdiri atas satu bangunan utama, empat bangunan perwara, dan gapura.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Kuliner Kamboja, Kombinasi Rasa Asam, Gurih, dan Segar
Candi Bahal II jaraknya sekitar 300 meter dari Candi Bahal I.
Luas areanya sama dengan Candi Bahal I, tetapi luas bangunan utamanya lebih kecil dari candi tersebut.
Candi ini terdiri atas bangunan utama dan dua bangunan perwara.
Baca Juga: Kota-kota yang Masih Dianggap Aman untuk Dikunjungi di Kamboja
Di dalam candi pernah ada arca Heruka, arca ini perwujudan salah satu tokoh agama Buddha.
Artikel Terkait
Ritual Thudong, yang Dilakukan para Biksu Menjelang Perayaan Trisuci Waisak, Apa Itu?
Mengenal Trisuci Waisak: Sejarah, Tradisi, dan Perayaan di Berbagai Negara
5 Agenda Seru saat Waisak di Borobudur, Festival Lampion Jadi yang Paling Dinanti
Tak Harus Terbangkan Lampion, Waisak Borobudur Kini Punya Area Viewing Khusus
Selain Candi Borobudur, Ini Tempat Perayaan Waisak di Indonesia yang Sama Sakralnya