Hewan yang sering ditemui, antara lain, ikan duyung, penyu sisik, penyu belimbing, kima raksasa, dan ikan kuda gusimi.
Di kawasan ini juga terdapat hutan bakau dan pulau-pulau kecil yang cantik.
Baca Juga: Ini Rekomendasi Kuliner Kamboja, Kombinasi Rasa Asam, Gurih, dan Segar
Bantimurung Bulusaraung Ma'rupanne
Ini cagar biosfer yang paling baru yang ada masuk daftar UNESCO. Yaitu tahun 2023.
Dikenal juga dengan nama Taman Nasional Babul.
Dulunya terdiri atas lima taman wisata alam dan cagar alam lalu digabung menjadi satu.
Bantimurung Bulusaraung Ma' rupanne memiliki luas sekitar 43.750 hektare.
Baca Juga: Kota-kota yang Masih Dianggap Aman untuk Dikunjungi di Kamboja
Daerahnya mencakup Kabupaten Maros, Pangkep, dan Bone.
Selain hutan, cagar biosfer ini terdiri atas pegunungan karst dengan total 400 gua di dalamnya.
Dipercaya pula beberapa gua ini umurnya puluhan ribu tahun dan pernah dihuni manusia prasejarah.
Ada pun keragaman hayati yang dilindungi, yaitu musang sulawesi, kuskus, kelelawar dan tarsius.***
Artikel Terkait
5 Taman Nasional Paling Terkenal di Dunia, Tempat Terbaik Menemukan Keragaman Kekayaan dan Keindahan Alam
Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, Bayangkan Luasnya Mencapai 1.368.000 Hektare
Telaga Batu, Permata Tersembunyi di Jantung Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Taman Nasional Siberut, Permata Hijau Indonesia di Tengah Keindahan Kepulauan Mentawai
Tidak Cukup Sehari, Wisata ke Taman Nasional Teluk Cenderawasih Harus Lebih dari Itu Agar Puas
Bukan Sekadar Pulau Komodo, Ini Keunikan Taman Nasional Komodo yang Jarang Kamu Tahu