4 Kawasan Cagar Biosfer di Indonesia yang Dilindungi UNESCO

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Minggu, 31 Mei 2026 | 18:30 WIB
Gunung Leuser, Aceh, masuk dalam cagar biosfer yang diakui UNESCO sejak tahun 1981. (Jennaira)
Gunung Leuser, Aceh, masuk dalam cagar biosfer yang diakui UNESCO sejak tahun 1981. (Jennaira)

Hewan yang sering ditemui, antara lain, ikan duyung, penyu sisik, penyu belimbing, kima raksasa, dan ikan kuda gusimi.

Di kawasan ini juga terdapat hutan bakau dan pulau-pulau kecil yang cantik.

Baca Juga: Ini Rekomendasi Kuliner Kamboja, Kombinasi Rasa Asam, Gurih, dan Segar

Bantimurung Bulusaraung Ma'rupanne
Ini cagar biosfer yang paling baru yang ada masuk daftar UNESCO. Yaitu tahun 2023.

Dikenal juga dengan nama Taman Nasional Babul.

Dulunya terdiri atas lima taman wisata alam dan cagar alam lalu digabung menjadi satu.

Bantimurung Bulusaraung Ma' rupanne memiliki luas sekitar 43.750 hektare.

Baca Juga: Kota-kota yang Masih Dianggap Aman untuk Dikunjungi di Kamboja

Daerahnya mencakup Kabupaten Maros, Pangkep, dan Bone.

Selain hutan, cagar biosfer ini terdiri atas pegunungan karst dengan total 400 gua di dalamnya.

Dipercaya pula beberapa gua ini umurnya puluhan ribu tahun dan pernah dihuni manusia prasejarah.

Ada pun keragaman hayati yang dilindungi, yaitu musang sulawesi, kuskus, kelelawar dan tarsius.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini