Jangan Kalap Saat Iduladha, Terlalu Banyak Makan Daging Kurban Bisa Picu Berbagai Masalah Kesehatan

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 1 Juni 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi - Berbagai masalah kesehatan yang mengintai akibat terlalu banyak mengonsumsi daging kurban saat Iduladha. (Freepik/mdjaff)
Ilustrasi - Berbagai masalah kesehatan yang mengintai akibat terlalu banyak mengonsumsi daging kurban saat Iduladha. (Freepik/mdjaff)

Kabar BUMN - Momen Iduladha identik dengan hidangan berbahan dasar daging kurban yang menggugah selera.

Mulai dari sate, gulai, tongseng, rendang, hingga aneka olahan daging lainnya kerap tersaji di meja makan selama beberapa hari setelah perayaan.

Namun di balik kenikmatannya, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memberikan dampak kurang baik bagi tubuh, terutama jika tidak diimbangi dengan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang cukup.

Daging sapi dan kambing memang mengandung protein, zat besi, seng, serta vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh.

Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap perlu diwaspadai karena kandungan lemak jenuh dan kolesterolnya dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan.

Baca Juga: Sambut Jakarta Menuju 5 Abad, Ancol Buka Akses Gratis untuk Pengunjung pada Jam Tertentu

Berisiko Meningkatkan Kolesterol dan Penyakit Jantung

Salah satu dampak yang paling sering dikaitkan dengan konsumsi daging merah berlebihan adalah meningkatnya kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah.

Asupan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar LDL yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan stroke.

Lemak jenuh banyak ditemukan pada daging merah, termasuk daging sapi dan kambing yang umum dikonsumsi saat Iduladha.

Pola makan tinggi lemak jenuh dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Cleveland Clinic menyebut berbagai penelitian selama beberapa dekade menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi daging merah yang tinggi dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.

Kandungan lemak jenuh, kolesterol, serta senyawa tertentu yang dihasilkan tubuh saat mencerna daging merah menjadi faktor yang turut diperhatikan para peneliti.

Baca Juga: Indonesia Tempati Posisi Tiga Dunia dalam Jumlah Geopark UNESCO, Ini Daftar Lengkapnya

Gangguan Pencernaan Akibat Konsumsi Berlebihan

Terlalu banyak mengonsumsi daging dalam waktu singkat juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini