Waspadai! Ini Jenis Souvenir Ilegal di Asia Tenggara yang Tidak Boleh Dibeli

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 4 Juni 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi. Asia Tenggara, dan banyak negara lain, melarang keras memperjualbelikan gading gajah, termasuk yang sudah diubah untuk souvenir. (Pexels/Filip Olsok)
Ilustrasi. Asia Tenggara, dan banyak negara lain, melarang keras memperjualbelikan gading gajah, termasuk yang sudah diubah untuk souvenir. (Pexels/Filip Olsok)

Kabar BUMN - Tidak lengkap jika pulang liburan tidak membawa souvenir, terlebih jika travelingnya ke luar negeri.

Sayangnya tidak semua souvenir layak dibeli. Ada sejumlah produk yang tergolong ilegal.

Souvenir seperti ini biasanya merupakan hasil dari hewan-hewan liar yang dilindungi.

Hati-hati, bila nekat membelinya, pembelinya bisa mendapat denda atau sanksi hukum.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tempelan, Label Bagasi Bisa Selamatkan Koper Kamu

Gading gajah
Penjualan gading gajah sudah dianggap ilegal dan terlarang, karena diperoleh dengan membunuh gajah tersebut.

Gading gajah sering dibuat menjadi hiasan atau peralatan lainnya, seperti sendok, sumpit atau aksesoris.

Souvenir seperti ini dijual di Vietnam, Indonesia, dan Thailand.

Di Thailand, penjualan gading gajah yang legal diizinkan dengan aturan ketat dan hanya bisa diperdagangkan secara domestik.

Baca Juga: 7 Kota Ramah Anak di Indonesia, Destinasi Wisata Sempurna untuk Liburan Sekolah

Artefak kuno
Artefak dan benda-benda bersejarah yang umurnya ratusan tahun dilindungi negara.

Artefak ini seperti patung, barang keagamaan, koin kuno, keramik, atau pun relik arkeologi.

Karena itu hati-hati saat berburu barang antik, jangan sampai membeli artefak kuno. Pastinya ilegal.

Barang yang umurnya sangat tua dan langka tapi resmi biasanya disertai surat lisensi resmi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: earth-changers.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini