Warisan Kerajaan Mataram Islam yang Masih Bertahan Sampai Sekarang

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 5 Juni 2026 | 11:30 WIB
Masjid Jami Pekuncen, Tegal, didirikan pada masa Amangkurat I. (infotegal.com)
Masjid Jami Pekuncen, Tegal, didirikan pada masa Amangkurat I. (infotegal.com)

Serambi masjid berbentuk limas atau perisai.

Baca Juga: Ternyata Kopi Bisa Bantu Redakan Cemas, Ini Waktu dan Takaran Terbaiknya

Kipo
Ini camilan populer asal Kota Gede yang sudah ada sejak zaman Mataram Islam.

Meskipun semakin sulit ditemukan tetapi kipo masih dijual di pasar tradisional di Kota Gede.

Kipo terbuat dari beras ketan yang diberi isian parutan kelapa dicampur gula merah.

Warnanya hijau dan ukurannya sebesar jempol. Rasanya gurih dan manis.

Baca Juga: Waspadai! Ini Jenis Souvenir Ilegal di Asia Tenggara yang Tidak Boleh Dibeli

Dinamakan kembang waru karena bentuknya seperti daun pohon waru yang tumbuh subur di Kota Gede. (Visiting Jogja via haijogja.com)

Kembang waru
Zaman dulu roti khas Kota Gede ini hanya bisa dinikmati keluarga raja dan para bangsawan saja.

Dinamakan kembang waru karena bentuknya seperti daun pohon waru yang tumbuh subur di Kota Gede.

Kembang waru terbuat dari campuran terigu, telur, gula, susu, dan mentega.

Adonan kemudian dimasukkan pada cetakan berbentuk bunga waru dan dipanggang pada oven arang.

Baca Juga: 5 Stretching Singkat di depan Komputer untuk Mencegah Sakit Punggung dan Pinggang

Kerajinan perak
Kerajinan perak sudah berkembang sejak abad ke 16 bersamaan dengan lahirnya kerajaan Mataram Islam.

Pada masa Panembahan Senapati, para abdi dalem kriya diperintahkan membuat perhiasan perak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini