Serambi masjid berbentuk limas atau perisai.
Baca Juga: Ternyata Kopi Bisa Bantu Redakan Cemas, Ini Waktu dan Takaran Terbaiknya
Kipo
Ini camilan populer asal Kota Gede yang sudah ada sejak zaman Mataram Islam.
Meskipun semakin sulit ditemukan tetapi kipo masih dijual di pasar tradisional di Kota Gede.
Kipo terbuat dari beras ketan yang diberi isian parutan kelapa dicampur gula merah.
Warnanya hijau dan ukurannya sebesar jempol. Rasanya gurih dan manis.
Baca Juga: Waspadai! Ini Jenis Souvenir Ilegal di Asia Tenggara yang Tidak Boleh Dibeli
Kembang waru
Zaman dulu roti khas Kota Gede ini hanya bisa dinikmati keluarga raja dan para bangsawan saja.
Dinamakan kembang waru karena bentuknya seperti daun pohon waru yang tumbuh subur di Kota Gede.
Kembang waru terbuat dari campuran terigu, telur, gula, susu, dan mentega.
Adonan kemudian dimasukkan pada cetakan berbentuk bunga waru dan dipanggang pada oven arang.
Baca Juga: 5 Stretching Singkat di depan Komputer untuk Mencegah Sakit Punggung dan Pinggang
Kerajinan perak
Kerajinan perak sudah berkembang sejak abad ke 16 bersamaan dengan lahirnya kerajaan Mataram Islam.
Pada masa Panembahan Senapati, para abdi dalem kriya diperintahkan membuat perhiasan perak.
Artikel Terkait
Sejenak Berkeliling di Kotagede untuk Menikmati Kuliner Wajib Yang Sudah Dijual Sejak Zaman Mataram Kuno
Ziarah ke Makam Raja Imogiri, Peristirahatan Raja-raja Mataram yang Berkuasa di Yogyakarta dan Surakarta
Asal Usul Kue Serabi Solo, Pancake Jawa yang Sudah Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Mataram
Taman Narmada, Lombok, Dibangun Raja Mataram Mengacu ke Bentuk Gunung Rinjani dan Danau Segara Anakan
4 Candi Berukuran Kecil di Sleman, Yogyakarta, Sebagian Dibangun di Masa Kerajaan Mataram Kuno
Menelusuri Gua Rancang Kencono, Bekas Markas Tentara Kerajaan Mataram di Yogyakarta yang Ditumbuhi Pohon Berusia 200 Tahun