6 Langkah Hentikan Kecanduan Vape, Salah Satunya Buang Alatnya!

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 14 Juni 2023 | 17:08 WIB
Seperti rokok, vape juga menimbulkan kecanduan yang cukup sulit dihentikan. (Dede Avez/Pexels)
Seperti rokok, vape juga menimbulkan kecanduan yang cukup sulit dihentikan. (Dede Avez/Pexels)

Kabar BUMN - Dipilih karena dianggap lebih baik, sebenarnya vape sama tidak sehatnya dengan rokok.

Vape mengandung nikotin cair dan beberapa zat kimia lainnya ini bisa merusak paru-paru dan berbahaya bagi kesehatan.

Seperti rokok, vape juga menyebabkan orang jadi ketergantungan, karena beberapa produk vape mengandung kadar nikotin yang lebih tinggi dibandingkan rokok biasa.

Baca Juga: Terlalu Sering Mandi Air Panas Tidak Bagus untuk Badan, Ini Sebabnya!

Selain itu, saat ini banyak generasi milenial dan generasi Z yang mulai nge-vape. Mereka mulai mengunakannya sejak umur 18 tahun, bahkan di usia yang lebih muda.

Karena itulah, ketika tumbuh dewasa, mereka merasakan yang namanya ketergantungan pada vape. Dan kini semakin sulit beralih.

Untuk menghindari kecanduan vape yang lebih kronik ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

Baca Juga: Jangan Biarkan Stres di Kantor Berlarut, Ini Cara Sederhana Meredakannya

1. Temukan motivasi terbaik untuk berhenti
Secara mental orang kadang tidak bisa berhenti karena merasa tidak punya alasan atau motivasinya.

Sebelum memutuskan berhenti, temukan motivasi itu. Salah satu motivasi terbesar yang bisa digunakan adalah masalah kesehatan.

Sejumlah kasus menunjukan vape bisa merusak paru-paru lebih parah dari merokok. Alasan lain, asap vape mengganggu orang lain. Ini bisa mempengaruhi hubungan dengan teman dan keluarga juga.

Baca Juga: Jelang Laga Kontra Palestina, Erick Thohir Berikan Suntikan Motivasi kepada Pemain Timnas Indonesia

2. Identifikasikan pemicunya
Ingat baik-baik apa yang menjadi pemicu Anda ingin menghirup vape? Apakah saat sedang stres atau saat nongkrong bersama teman-teman.

Dengan menemukan pemicunya, akan lebih mudah mengatur pikiran dan emosi Anda. Ini juga akan membantu untuk menemukan strategi terbaik, menghindari pemicu tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: Healthline, medicalneswtoday.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini