Pada masa Gubernur Ali Sakidin, Pasar Senen direvitalisasi dan dilengkapi gedung parkir yang melingkar. Dan inilah gedung parkir pertama di Jakarta.
2. Pasar Tanah Abang
Untuk menyaingi Pasar Senen yang buka lebih dulu, dibentuklah pasar yang hanya buka hari Sabtu, yaitu pasar Tanah Abang.
Pasar ini dibangun oleh Yustinus Vinck dengan seizin Gubernur Jenderal Abraham Patramini tahun 1735.
Dulu namanya bukan Tanah Abang tapi Pasar Sabtu. Sejak awal konsep pasar adalah berjualan produk tekstil dan barang kelontong.
Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Inilah Asal Usul Nama Kawasan di Jakarta
Karena perkembangan yang pesat pada tahun 1881 hari berniaga di pasar ini bertambah yakni hari Rabu.
Pasar pun terus berkembang. Akhir abad 19 dari yang berdinding bambu berubah jadi bangunan tembok.
Pada tahun 1936 bangunan pasar dibuat permanen dengan tiga los panjang. Ditambah dengan pelataran parkir untuk delman dan gerobak.
Baca Juga: Jalan-Jalan Ke Setu Babakan di Jakarta, Desa Wisata Dengan Budaya Betawi
Pada zaman Jepang pasar ini tidak berfungsi. Baru setelah kemerdekaan mengalami beberapa revitalitasi dan ditambah dengan bangunan baru.
Nama Tanah Abang sendiri muncul karena banyak pohon nabang atau pohon palem.
Lambat laut orang-orang Batavia pun menyebut pasar ini sebagai Pasar Tenabang dan kemudian dikenal sampai sekarang sebagai Tanah Abang.
Baca Juga: Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun