Kabar BUMN - Bulan Dzulhijjah bisa dikatan sebagai salah satu bulan yang penuh rahmat dalam kalender hijriah.
Hal ini terlihat dari Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada bulan Dzulhijjah.
Sebelum Hari Raya Idul Adha, orang islam juga disunahkan untuk menjalankan ibadah puasa.
Dua di antaranya adalah puasa Tarawiyah dan puasa Arafah.
Baca Juga: Cara Cek PIP Sudah Cair atau Belum Menggunakan HP, Mudah dan Praktis
Puasa Tarawiyah sendiri jatuh tiap tanggal delapan Dzulhijjah.
Sementara itu, puasa Arafah jatuh sehari setelahnya.
Puasa Tarwiyah dan Arafah ini memiliki durasi yang sama seperti puasa pada umumnya.
Dilansir KabarBUMN.com dari bimaislam.kemenag.go.id, puasa Arafah hukumnya sunnah.
Baca Juga: Dukung ketahanan energi, 17 unit Pindad Moto EV Turut Berpartisipasi dalam Acara Ev Fun Trip
Puasa Arafah dilakukan saat jemaah haji sedang menjalankan ibadah Wukuf di Arafah, Mekkah, Arab Saudi.
Baik puasa Arafah dan Tarawiyah sama-sama baik untuk dilakukan karena dapat menghapus dosa seseorang.
Sebagaimana puasa pada umumnya, waktu niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, sejak terbenamnya matahari sampai terbit fajar.
Baca Juga: Jadwal Pasti Salat Idul Adha 1444 H Menurut Pemerintah Indonesia dan Muhammadiyah