Tarik napas dari hidung, buang lewat mulut yang sudah tersambung dengan snorker. Awalnya agak aneh tapi lama-lama akan terbiasa.
Baca Juga: Taman Laut Nasional, Pesona Bawah Laut Indonesia Pemuas Mata dan Hati
3. Arus yang tenang
Sebagai pemula, snorkeling dulu di tempat yang arusnya tenang dan tidak terlalu dalam.
Arus yang kencang bisa membuat orang cepat capek dan sulit berkonsentrasi dengan alat snorkeling yang digunakan.
Mulai gerak-gerakan kaki dan masukan seluruh kepala Anda ke dalam air laut.
Baca Juga: Wakatobi, Destinasi Wisata di Indonesia Timur yang Mesti Masuk ke Daftar Jalan-jalan
Tidak perlu khawatir tidak bisa bernapas karena senang snorkeling memberikan udara untuk bernapas.
Kalau masih takut, bisa lakukan di tempat yang dangkal sehingga kaki masih bisa dijejakkan pada dasar laut.
4. Ada teman yang menemani
Setelah lancar, Anda bisa mulai snorkeling di tempat agak dalam sambil menikmati pemandangan di bawah laut.
Pastikan ada teman atau pemandu berada di sekeliling untuk berjaga-jaga.
Kebanyakan orang kalau sudah fokus dan keasyikan dengan snorkeling bisa lupa sekelilingnya dan ada kemungkinan terbawa arus.
Baca Juga: Tidak Kalah Cantik dengan Bunaken, Pulau Sepa Tawarkan Surga Bawah Laut yang Dekat dengan Jakarta
5. Tetap waspada
Sekali seseorang snorkeling bisa ketagihan dan akan menikmati semua pemandangan di dasar laut.
Tetaplah waspada. Perhatikan arus dan gelombang laut. Hindari ubur-ubur dan bulu babi dan karang-karang tajam karena bisa melukai.
Jangan juga sembarangan mengambil terumbu karang, ya. Tetap jaga kelestarian laut saat sedang bersenang-senang.***