Bangunan ini masih mempertahankan bentuk asli, termasuk pula tiang-tiang kayu yang terdapat di dalam.
Kubahnya didesain dengan bentuk joglo sementara arsitektur Arab terlihat pada serambi masjid.
Baca Juga: Unik! 5 Masjid di Indonesia yang Kental Dengan Budaya Lokal
Omah Lawang Songo
Bangunan tua lain yang tidak kalah menarik adalah Omah Lawang Songo atau rumah dengan sembilan pintu.
Ada tiga pintu pada bagian depan, tiga pada bagian tengah dan dua di tengah sisi kanan dan sisi kiri.
Rumah ini mengadaptasi banyak budaya, mulai dari budaya Jawa, Arab, Eropa dan Tiongkok.
Omah Lawang Songo dibangun pada sekitar tahun 1800.
Pada saat itu Pekalongan masih menjadi ibukota keresidenan Pekalongan.
Gaya Eropa terlihat dari pintu dan jendela yang besar dengan pilar-pilar kokoh.
Baca Juga: Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun
Gaya arsitektur Jawa terlihat dari ruangan yang dibagi empat bagian; depan, dalam, samping, dan belakang.
Di bagian depan terbagi lagi atas latar (halaman rumah) dan jogan (teras).
Selain bagian utama, ada pula pranggok (bengkel produksi batik) yang letaknya di belakang rumah.