ragam

Tidak Tergeser Kuliner Baru, Ini Kuliner Tradisional Khas Bandung yang Masih Bertahan dan Bisa Dicicipi Lagi dan Lagi

Kamis, 11 Januari 2024 | 10:00 WIB
Peyeum Bandung (Instagram/@infobandung_ via jabarhits.com)

Kue balok
Kue balok adalah camilan khas Bandung yang sudah ada sejak zaman Belanda.

Dinamakan kue balok karena bentuknya seperti balok padat.

Kue ini dibuat dengan cetakan mirip seperti cetakan pukis tetapi ukurannya lebih besar.

Baca Juga: Hanya Satu Jam Dari Bandung, 4 Tempat Makan di Lembang Ini Tawarkan Menu Khas dengan Suasana yang Berbeda

Teskturnya lembut dan bercita rasa manis.

Ada berbagai variasi rasa yang bisa dipilih mulai dari cokelat, rasa original, green tea atau keju.

Jika beli di warung atau kaki lima, satu kue balok dihargai sekitar Rp4.000 – Rp5.000.

Baca Juga: Cafe Senja, Tempat Nongkrong Asyik Sekaligus Spot Terbaik untuk Melihat Sunset dan City Light Kota Bandung

Bandros
Bila warga Jakarta punya kue pukis dan kue pancong maka orang Bandung punya bandros.

Camilan ini sangat mudah ditemukan di pedagang kaki lima.

Bandros juga dibuat dengan cetakan mirip cetakan pukis. Adonannya saja yang berbeda.

Bandros terbuat dari tepung beras dan santan. Cita rasanya gurih dan manis.

Baca Juga: Nggak Pakai Ribet, Berikut Cara Naik Bandros Keliling Kota Bandung

Comro
Comro adalah salah satu gorengan khas Bandung yang cukup mudah ditemukan di kota lain.

Comro merupakan singkatan dari oncom dijero (oncom di dalam).

Halaman:

Tags

Terkini