Timlo kemudian disajikan memakai telur dan daging ayam.
Sehingga masyarakat muslim di Solo sudah tidak lagi khawatir mengonsumsinya.
Bahkan, kini, semua timlo yang dijual di Solo, seluruhnya telah berstatus sebagai makanan halal, karena memakai daging ayam dan telur ayam sebagai bahan utama.
Baca Juga: Peringati Bulan K3 Nasional, SUCOFINDO Gelar Seminar Perkuat Budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Eksistensi timlo Solo sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka, di zaman kolonial Belanda abad 19, masyarakat telah mengkonsumsi kimlo atau yang saat ini dikenal dengan nama timlo.
Dilansir dari kemdikbud.go.id, dalam buku Indrukken van een totok yang ditulis oleh Justus van Maurik, disebutkan dahulu harga semangkok 'kimlo' hanyalah beberapa sen saja.
Para pedagang Cina sebagian besar menjualnya dengan menggunakan pikulan dan berkeliling di sekitar wilayah Surakarta.
Sedangkan para pembelinya makan sambil berjongkok, sembari berbincang dengan para pedagang.
Baca Juga: 85 Program Desa Energi Berdikari Pertamina Sukses Turunkan 729 Ribu Ton Emisi Karbon
Saat ini, Timlo sangat mudah ditemui di berbagai sudut kota Solo.
Ada yang jual pagi hingga siang hari, adapula yang baru mulai berjualan sore dan tutup saat malam hari.
Bagi kalian yang ingin mencoba membuat Timlo sendiri, berikut caranya.
Bahan:
- 2 butir telur bacem rebus (bisa gunakan telur rebus biasa), potong
- 250 gram daging ayam
- 2 buah kentang, rebus dan potong
- 3 buah sosis sapi ukuran besar, rebus dan potong
- 1 sendok makan bawang goring
- 2 buah wortel, rebus dan potong
- 1 siung bawang putih
- 1 liter air
- 1 sendok makan kecap bango
- 2 butir bawang merah
- kecap asin secukupnya
- 1/4 sendok makan garam
- bihun secukupnya
- 1/4 sendok makan merica
- irisan daun seledri secukupnya
- 1 helai irisan daun bawang secukupnya
Baca Juga: Erick Thohir Gandeng Biofarma Group untuk dorong Generasi Muda Kota Malang Pahami Literasi Digital
Cara Pembuatan :