Kabar BUMN - Seperti namanya, Sate Ayam Ponorogo merupakan salah satu jenis sate yang berasal dari kota Ponorogo.
Ada beberapa hal yang membedakan sate Ponorogo dengan sate ayam biasanya.
Jika potongan pada sate ayam daerah lain berbentuk kotak, daging yang digunakan sebagai sate ayam Ponorogo ternyata disayat atau difillet.
Hal ini bertujuan agar mendapatkan daging sate yang lebih empuk dan tanpa lemak.
Dalam penggunaan bumbu, sate ayam Ponorogo menggunakan bahan dasar saus/sambal kacang, meskipun masing-masing varian memiliki detail berbeda.
Baca Juga: 5 Kuliner yang Hadir Saat Perayaan Imlek, Masing-masing Punya Makna Khusus
Dikutip dari Wikipedia, sate sebenarnya sudah menjadi makanan masyarakat Ponorogo sejak zaman Wengker.
Makanan ini baru diketahui oleh Batoro Katong selaku Bupati Ponorogo pertama pada abad ke-15 setelah menaklukkan Wengker menjadi Ponorogo.
Sate telah menjadi makanan para warok, sehingga usia makanan sate bisa lebih tua sejak diketahui oleh Batoro Katong.
Sementara itu, dilansir dari buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 1 karya Eni Harmayani dkk, perintis Sate Ponorogo ialah Pak Bagong di tahun 1970.
Kala itu Pak Bagong membuat sate dengan daging ayam yang diiris melintang dan disajikan menggunakan saus kacang.
Hingga terciptalah sate khas Ponorogo dengan saus kacang.