Kombinasi dua budaya
Dulu luas Istana Air Taman Ujung sekitar 400 hektare namun sekarang hanya 10 hektare.
Baca Juga: Tidak Terpengaruh Overtourism, Ini Rekomendasi Pantai Cantik di Bali yang Masih Sepi
Ini karena sebagian lahan istana dibagi-bagikan pada rakyat pada masa reformasi tanah.
Seluruh bangunan Istana Air Taman Ujung mengombinasikan budaya Eropa dan Bali.
Bentuk pilar-pilar besar tanpa atap mewakili arstitektur khas Eropa.
Untuk sampai ke sini pengunjung lebih dulu harus mendaki sekitar 100 tangga.
Setibanya di sana, terbentang pemandangan laut biru dan Pantai Ujung.
Pada sebelah timur pengunjung juga bisa melihat ada Bukit Bisbis yang hijau dan asri.
Baca Juga: Tidak Ada Istilah Overtourism di Sini, Inilah Beberapa Tempat Wisata yang Masih Sepi di Bali
Arstitektur Eropa pun bisa terlihat pada kaca model warna warni pada bangunan peristirahatan raja.
Desainnya mirip dengan bentuk gereja di Eropa.
Sedangkan ukiran-ukiran yang menghiasi sejumlah bagian menggambarkan ciri khas Bali.
Baca Juga: Tempat-tempat Wisata di Bali untuk Bulan Madu, Punya Suasana Romantis dan Pemandangan Menakjubkan