Dan didominasi warna merah dan hitam, lambang dari kekuatan jahat dan angkara murka.
Baca Juga: Santai di Pantai dengan Gaya yang Lebih Berkelas, Ini Rekomendasi Beach Club di Bali yang Mewah
Pawai Keliling kota
Pawai ogoh-ogoh dilakukan serempak di Bali. Mulai dari sore hingga tengah malam hari.
Setiap banjar akan menampilkan kreasi ogoh-ogohnya dan berjalan keliling kota.
Setiap kota memiliki jalur pawai masing-masing.
Bila dulu ini hanya tradisi tahunan, sekarang sudah berubah menjadi sebuah budaya.
Turis lokal dan mancanegara sengaja datang sebelum Nyepi untuk menikmati pawai ogoh-ogoh.
Pawai diakhiri prosesi pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol semua unsur negatif berhasil dihilangkan.
Pada tahun ini pawai ogoh-ogoh akan berlangsung pada tanggal 10 Maret 2024.
Paling tidak ada sekitar 7 titik untuk menonton pawai besar di Denpasar.
Pawai bisa dilihat di Patung Catur Muka, alun-alun kota, kawasan Plaza Renon, jalan Cok Agung Tresna.
Baca Juga: Eksotisme Pantai Geger Bali, Suasana yang Tenang dan Kebersihan Pantai Jadi Daya Tarik Utama
Kemudian kawasan Sanur, Ground Zero Kuta, kawasan Legian, dan Kawasan Nusa Dua.